Jemput Pembantu, Warga Arab Tewas

KEPANJEN– Pegawai serta tamu Hotel Santana di Jalan Anjasmoro, Kepanjen, Sabtu (3/110 malam digemparkan dengan tewasnya salah satu tamu hotel di kamar nomor 13 lantai III. Korban yang diketahui berasal dari Madinah, Arab Saudi, yakni Hasan Bj Husein Mochammad Awaji, ini meninggal dunia selang satu jam setelah check in. Diduga kematian pria 78 tahun ini, karena serangan jantung. Namun untuk memastikan penyebab kematian korban sebenarnya, usai dievakuasi jenazah korban ini langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. “Untuk sementara dugaan kematian korban tersebut karena serangan jantung. Busa yang keluar dari mulutnya tersebut, karena obat dari Arab Saudi yang baru diminumnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Informasi yang diperoleh, sebelum meninggal dunia, dia baru saja datang dari Madinah. Kedatangan korban ini, untuk menemui sekaligus menjemput pembantunya yang pernah bekerja di Arab Saudi. Yakni Munaroh, 36 tahun, warga Desa Karangsari, Bantur. Untuk sampai di Hotel Santana, korban dijemput di Bandara Juanda, Surabaya oleh pembantunya serta tiga orang laki-laki yang dulunya juga pernah bekerja pada korban. Yakni Fauzi Amin, 32 tahun, warga Desa Sumberejo, Gedangan, Sabit Fandi, 43 tahun serta Mujar, 52 tahun, warga Desa Karangsari, Bantur.
Setelah ketemu di Bandara Juanda, oleh keempat saksi tersebut lalu dibawa ke Hotel Santana untuk menginap sementara. “Tiba di sini (Hotel Santana) sekitar pukul 20.30, dan langsung masuk kamar. Sebab sebelumnya sopirnya, Sabit Fandi sudah memesankan kamar selama delapan hari. Sebetulnya yang diminta kamar yang di bawah, tetapi karena kemarin full akhirnya sementara di kamar lantai III,” terang Agus, salah satu pegawai hotel. Begitu masuk kamar, korban lalu ditinggal berdua dengan pembantunya Munaroh. Sementara tiga pria yang sebelumnya menjemput dan mengantarkannya, langsung pergi. Saat di dalam kamar ini, korban sempat meminta air hangat dibuat minum obat. Tak lama setelah meminum obat inilah, korban langsung kejang-kejang. Munaroh, pembantunya yang ketakutan langsung berteriak minta tolong. “Saat ada orang minta tolong itu kami lalu naik ke atas dan melihat korban sudah kejang-kejang. Dan ketika mau kami bawa ke rumah sakit, nyawa korban sudah tak tertolong,” jelas Agus. (agp/mar)