Kepala Siswi MTs Ma’arif Dibacok

LAWANG- Pelaku perampasan motor, siang kemarin beraksi di komplek perumahan Patal, Jalan Indrokilo Selatan, Lawang. Tidak hanya berhasil membawa kabur motor Honda Supra X 125, N 5507 JO, dua pelaku bersenjata celurit juga membacok kepala pengendaranya, Suci Nur Rohma, 13 tahun, warga Jalan Indrokilo Selatan Gg Sumber Kemadu, Dusun Polaman, Kalirejo Lawang. Kasus kekerasan jalanan ini, hingga semalam masih diselidiki intensif anggota reskrim Polsek Lawang. Siang itu sekitar pukul 13.45, Suci dan Fitriani, 12 tahun tetangganya belajar naik motor. Lantaran kondisi jalan raya ramai, Suci memilih belajar naik motor di area komplek perumahan patal yang sepi.
Saat sedang asyik belajar motor inilah, datang dua orang mengendarai motor. Seorang pelaku mendekat dan menghadang laju motor yang dikemudikan Suci. Siswa kelas 1 MTs Ma’arif Lawang ini menghentikan laju motornya. Begitu korban berhenti, pelaku pun pun pura-pura menanyakan alamat. Namun begitu, pelaku terus melihat sekeliling TKP. Setelah memastikan kondisi betul-betul sepi, pelaku pun meminta motor yang dikendarai korban. Tentu saja Suci menolak mentah-mentah permintaan pelaku. Melihat korban menolak dan berusaha melawan, pelaku langsung emosi. Dia mengambil celurit dari balik bajunya dan disabetkan ke arah korban.
Cress! Sabetan celurit tepat mengenai kepala bagian kanan korban. Seiring darah segar mengucur deras, Suci juga mengerang kesakitan. Kesempatan itulah digunakan pelaku untuk mengambil paksa motor tersebut.  "Pelaku dari arah jalan besar, kemudian masuk perumahan," kata Suci kepada wartawan.
Sementara Fitriani, yang sedari awal melihat peristiwa tragis tersebut syok. Siswa kelas enam SD inipun langsung berteriak meminta tolong. Teriakan Fitriani ini direspons warga yang seketika berdatangan. Dan melihat korban bersimbah darah, warga pun membawanya ke RS Lawang Medika untuk mendapat perawatan.  Beberapa orang lainnya memberitahu orang tua Suci dan melapor ke Polsek Lawang. Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Kami masih selidiki,” katanya singkat. (ira/mar)