Keroyok Pelaku Pemukulan, Ikut Dipenjara

MALANG– Jumaid, warga Jalan Muharto Gg 6 Malang, menyusul keponakannya Nizam Mul Maliq Yusuf, warga Desa Sukolilo Wajak, meringkuk di balik sel Mapolres Malang, kemarin. Pria berusia 51 tahun ini, ditahan atas laporan Maya, warga Jalan Aris Munandar Gg II B Malang, ibu angkat Nizam. Tuduhannya melakukan pengeroyokan terhadapan Nizam. “Dia ditangkap di rumahnya. Setelah kami periksa, siang tadi penahanannya langsung kami titipkan di Mapolres Malang. Sedangkan untuk pelaku lainnya saat ini masih kami buru,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari.
Pengeroyokan yang dialami Nizam, terjadi Jumat (28/9) lalu sekitar pukul 20.00. Tindakan itu terjadi di dalam rumah Muhammad Yunus, adik kandung kakek Nizam, di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji Ceritanya, malam itu Nizam datang ke rumah Yunus sendirian. Kedatangannya saat itu lantaran dibakar rasa dendam. Itu karena selama ini, Nizam mengaku sering diolok-olok oleh Yunus. Bahkan, yang menyakitkan Yunus pernah menyumpahi akan memisahkan Nizam dengan orangtuanya dan mengancam akan membunuh.
Karena tidak terima terus-terusan diancam itulah akhirnya Nizam mencari Yunus di rumahnya. Begitu ketemu, Nizam langsung memukuli Yunus. Yunus yang babak belur dipukuli Nizam, lalu menghubungi Jumaid, menantunya, kemudian Rafi, anaknya serta Yufan, cucunya.  Tak lama setelah ditelepon itu, mereka langsung datang. Karena melihat ayah serta mertuanya dipukul, mereka yang tidak terima langsung mengeroyok Nizam hingga babak belur. Selanjutnya usai dipukuli, langsung diserahkan ke petugas Polsek Pakisaji hingga Nizam ditahan.
Maya, ibu angkat Nizam yang tidak terima anaknya juga dikeroyok, pada 10 Oktober lalu balik melaporkan Yunus sekeluarga. Maya melaporkan Jumaid Cs ini, ke Polres Malang. Berdasarkan laporan itulah Jumaid, Minggu malam lalu diamankan. “Saya memukulinya bersama-sama dengan keluarga yang lain karena tidak terima melihat bapak berdarah-darah setelah dipukul oleh Nizam,” tutur Jumaid. (agp/mar)