Lindungi Mandor Perhutani, Malah Digorok

NGAJUM– Anggota unit reskrim Polsek Ngajum, akhir pekan kemarin meringkus Sarju, 55 tahun, warga Dusun Ubalan, Desa Maguan, Ngajum. Dia dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap Suwarno, 52 tahun, warga Dusun Babaan RT02 RW04, Desa Ngasem, Ngajum, 26 Oktober lalu. Menurut Kapolsek Ngajum, AKP Sri Sugeng Waskito, penganiayaan itu dilakukan tersangka saat keduanya berada di lahan milik Perhutani RPH Gendogo, Dusun Babaan, Desa Ngasem, Ngajum. “Leher korban digorok dengan pancor. Untungnya, goresan senjata tajam itu tidak dalam sehingga tidak sampai membahayakan nyawa korban,” terangnya.
Penganiayaan ini, dijelaskan Sugeng, panggilan akrab perwira tersebut, berawal dari Winarto, 41 tahun, mandor Perhutani di tempat tersebut membagikan beberapa lahan untuk digarap oleh warga. Ketika Winarto sibuk membagi-bagi lahan, tiba-tiba tersangka Sarju datang sambil marah-marah. Dia juga menenteng pancor. “Saat itu, dia menuduh Winarto tidak adil dalam membagi tanah. Tersangka akhirnya mengancam akan membunuh,” lanjut dia. Takut dengan ancaman ini, Winarto pun kabur.
Ternyata Sarju tidak berhenti begitu saja. Dia malah mengejar Winarto. Saat itulah, Suwarno yang berada di tempat tersebut, berusaha melerai dan meredam amarah Sarju. Sayangnya, Sarju malah marah-marah. Dia yang sudah naik pitam, justru balik menyerang Suwarno. Senjata pancor yang semula diacung-acungkan, langsung dikalungkan ke leher korban hingga melukai leher sebelah kiri. Untung bagi Suwarno. Belum fatal gorokan itu, beberapa warga berdatangan. Hal ini membuat Sarju pun memilih melarikan diri.
Sementara Suwarno, dibantu warga langsung dilarikan ke Puskesmas Ngajum. Usai dirawat, dia melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Ngajum. “Anggota reskrim, berhasil membekuk tersangka di rumahnya, akhir pekan kemarin,” tegas Sugeng. (agp/mar)