Pemuda Bondowoso Rugikan Indomaret

KEPANJEN– Kepala Indomaret Jalan Kawi, Kepanjen, Kasyful Haqqi, 24 tahun, asal Bondowoso, sejak Selasa (6/11) lalu harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Kepanjen. Pria yang tinggal di rumah mertuanya di Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kepanjen ini ditahan karena menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja senilai Rp 43 juta.  “Tersangka ditahan setelah bukti-bukti penggelapan yang dilakukannya cukup kuat. Dia kami jerat dengan Pasal 374 KUHP tentang penyalahgunaan dalam jabatan,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Menurut mantan Kabag Ops Polres Malang ini, Kasyful Haqqi dilaporkan oleh pihak PT Indomarco Prismatama pada 13 Oktober lalu. Laporannya yaitu tentang penggelapan uang sebesar Rp 43 juta. Laporan tersebut menyusul setelah tim audit internal PT Indomarco Prismatama, melakukan pengecekan di Indomaret Jalan Kawi Kepanjen. Dari hasil pengecekan itu, diketahui ada minus uang yang cukup besar di Indomaret yang dipimpin Kasyful Haqqi. Yaitu uang setoran barang sebesar Rp 36 juta dan uang penjualan barang borongan yang tidak disetorkan. “Karena merasa dirugikan, pihak PT Indomarco Prismatama melaporkan ke Polsek Kepanjen. Berdasarkan laporan itu, kami lakukan melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Setelah cukup bukti, baru tersangka kami lakukan penahanan,” terang Suyoto.
Dalam pemeriksaan, Kasyful Haqqi ini mengaku kalau dirinya sama sekali tidak menggelapkan uang milik perusahaan tempatnya bekerja. Dia mengatakan kalau minum sebesar Rp 43 juta itu, adalah untuk menutupi minus-minus keuangan sejak 2010 lalu sebelum dia menjabat sebagai Kepala Indomaret di Jalan Kawi, Kepanjen. “Saya masuk jadi kepala mulai 2011. Dan karena minus keuangan itu tanggungjawab saya, akhirnya untuk menutupinya saya menjual barang borongan kepada orang. Namun penjualan borongan itu tidak saya laporkan ke perusahaan,” tutur Kasyful Haqqi. (agp/mar)