Baru Menikah Langsung Curi Burung

PAKISAJI– Dua pemuda warga Desa Karangduren, Pakisaji, pagi kemarin menjadi bulan-bulanan warga. Yakni Prandita Edy Suharyono, 23 tahun dan Deva Putra Utama, 16 tahun. Mereka dijadikan sansak hidup warga setelah tertangkap tangan mencuri burung jalak koci milik Hartoyo, 59 tahun, warga Dusun Semanding, Gg Gedang Salah Roso, RT08 RW04, Desa Curungrejo, Kepanjen. Setelah kondisinya babak belur, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama barang bukti burung jalak koci berikut sangkarnya, keduanya langsung diserahkan ke petugas Polsek Kepanjen.  “Mereka kami amankan setelah diserahkan oleh warga. Saat ini, kami masih mengembangkan kasusnya karena masih ada TKP pencurian lainnya,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Pagi itu, dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra Fit, keduanya keliling Kepanjen untuk mencari sasaran pencurian. Setelah berkeliling dan melintas di depan rumah korban, mereka melihat burung jalak koci yang dijemur di teras depan rumah korban. Karena melihat kondisi sekitar sedang sepi, keduanya lantas beraksi.  Prandita yang 2011 lalu pernah masuk LP Lowokwaru karena kasus narkoba bertugas menunggu di atas motor, sedangkan Deva yang mengaku baru dua bulan menikah ini bertugas sebagai eksekutornya. Dengan berhati-hati dia mengambil sangkar beserta burungnya, yang selanjutnya buru-buru kabur. Namun nahasnya, aksi keduanya ini diketahui oleh Suroso, tetangga korban yang langsung meneriaki maling dan mengejar kedua tersangka.
Setelah kejar-kejaran sekitar dua kilometer, kedua tersangka ini akhirnya berhasil ditangkap saat di Desa Wonokerso, Pakisaji. Tanpa banyak bicara, warga yang mendengar kalau keduanya ini adalah pencuri, langsung ikut memukulinya. Dalam pemeriksaan penyidik, mereka mengaku sudah tiga kali mencuri burung berkicau. Pertama mencuri burung Labert di Desa Wonokerso, Pakisaji, lalu keduanya mencuri burung Kenari di Desa Genengan, Pakisaji sekitar dua hari lalu dan ketiganya mencuri burung Jalak Koci. “Semua burung yang kami curi itu, belum ada yang terjual. Rencananya memang burung curian tersebut akan kami jual, dan uangnya untuk makan-makan,” ujar Prandita dibenarkan Deva. (agp/mar)