Dor! Penjambret Ndelosor

WAJAK– Fitriadi alias Fitri, 22 tahun, warga Dusun Klakah, Desa Patokpicis, Wajak, Selasa (6/11) lalu tak berdaya setelah diberondong peluru anggota Buser Satreskrim Polres Malang. Dia yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)  kasus penjambretan ini, terpaksa ditembak di kaki kanannya, lantaran berusaha melawan dan kabur. “Kami terpaksa menembak kakinya, karena dia mau kabur. Tersangka ini sudah lama dicari,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Menurutnya, tersangka Fitri, hampir dua tahun menjadi buronan Polres Malang.  Salah satu kasusnya, perampasan kalung emas seberat 9 gram milik Khusni Indah Amalia, warga Jalan Suropati Raya, Bululawang, 21 Februari 2011 lalu.
Saat itu, Fitri beraksi merampas kalung dengan temannya bernama Astoko, 26 tahun, warga Dusun Klakah, Desa Patokpicis, Wajak. Sebelum melancarkan aksinya, keduanya yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vega N 5408 ES ini, terlebih dahulu berpura-pura membeli pop ice di toko milik korban. “Setelah mengawasi kondisi sekitar sepi, Fitri yang bertugas sebagai eksekutor ini lantas merampas kalung milik korban yang kemudian kabur. Dia juga sempat mengancam korban dengan senjata tajam,” ujar Decky, sapaannya.
Dari kejadian itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Selang sepekan setelah kejadian, petugas berhasil menangkap Astoko, yang kini meringkuk di dalam LP Lowokwaru. Dari Astoko ini, kemudian muncul nama Fitri.  Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menambahkan, dalam pengembangkan penyidikan, Fitri sudah beberapa kali menjambret. Diantaranya di wilayah Kecamatan Wajak dan Turen. Selama melakukan aksinya, Fitri diketahui sangat sadis terhadap korbannya. Dia tidak segan-segan untuk melukai korbannya jika melawan.
“Kami juga masih mengembangkannya ke arah perampokan sekaligus pembunuhan yang menewaskan sales rokok PT Sampoerna yang terjadi di Desa Karanganyar, Poncokusumo pada pertengahan September 2012 lalu. Namun sejauh ini, masih belum ada bukti dan tersangka sendiri masih belum mengakuinya,” tandasnya. (agp/mar)