Istri dan PIL Dihajar sampai Pingsan

MALANG– Rasa cemburu betul-betul membuat Bambang Hermanto, 21 tahun, warga Jalan Raya Candi VI  Malang betul-betul hilang kendali. Dengan sangat emosi, dia menghajar Eka Lutfia Rosanti, 23 tahun, istrinya hingga pingsan dan harus dirawat di RSSA Malang. Kini Bambang pun harus menuai akibatnya. Dia tidak hanya terancam kehilangan sang istri tapi dia juga harus berurusan dengan anggota UPPA Polres Malang Kota, lantaran ibu korban meminta kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut diproses secara hukum.
Penganiayaan itu sebetulnya tejadi Senin (5/11) malam lalu. Berawal saat Bambang mendapat informasi jika istrinya keluar dengan pria yang kerap dipanggil Ambon yang diduga sebagai Pria Idaman Lain (PIL). Seketika Bambang emosi, dan mencari tahu keberadaan istri tercintanya itu.  Karena tidak kunjung ketemu, Bambang pun meminta tolong Ali, adiknya untuk mencari keberadaan Eka. Setelah tiga jam mencari, akhirnya Ali memberitahu kakaknya jika Eka berada di warnet Double Six di Jalan MT Haryono Malang.
Tentu saja, informasi tersebut langsung direspons Bambang dan seketika mendatangi warnet sesuai yang diinformasikan oleh Ali. Ternyata benar, saat di warnet Bambang melihat istrinya sedang berduaan dengan Ambon. “Saat itu mereka ada di lantai dua,” ujar Bambang.  Emosinya pun naik dan seketika menghajar Ambon. Meski dipukul berulang kali dan terus diolok, tapi Ambon tidak memberikan perlawanan. Perlawanan justru diberikan oleh Eka, yang saat itu sempat memegangi suaminya. Bambang kian emosi apalagi perbuatan Eka cenderung membela Ambon. Sehingga Bambang pun menghajar Eka. Air mata Eka saat itu sama sekali tidak menyurutkan emosi Bambang. Buktinya, dengan kasar Bambang menarik  Eka untuk diajak pulang.  Pertengkaran terus berlanjut. Bahkan saat keduanya di atas motor, pertengkaran itu tidak berhenti.
Hingga akhirnya Bambang menurunkan Eka di gang depan rumahnya. Namun  begitu, Bambang kembali menganiaya korban hingga korban betul-betul tidak berdaya. Pemuda ini baru menghentikan pukulannya setelah melihat istrinya pingsan. Dia sendiri baru ditangkap petugas Rabu (7/11) malam lalu, di rumah salah satu temannya. Saat ditangkap, Bambang sama sekali tidak memberikan perlawanan. Sebaliknya, dia mengatakan sangat menyesal. “Saya melakukan itu karena emosi. Padahal saya ini suaminya, kok tega dia jalan dengan orang lain,’’ tandas Bambang. (ira/mar)