Mobil Pemilik Cafe Digelapkan

KARANGPLOSO-  Edy Suyitno, 39 tahun, warga Dusun Lemah Putih RT08 RW02, Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu  dan Sujarwo, 52 tahun, warga Dusun Ngepeh RT03 RW06, Desa Ngijo, Karangploso, sejak Kamis (8/11) malam meringkuk di sel tahanan Polsek Karangploso. Keduanya ditangkap karena menggelapkan mobil Toyota Kijang LGX, B 2064 OK milik Dwi Pramudiono, 39 tahun, warga Jalan Kepuharjo  RT19 RW17, Karangploso.  
Kanit Reskrim Polsek Karangploso, Aiptu Purnomo menjelaskan, tertangkapnya kedua tersangka ini tak lain berawal dari laporan korbannya, Jumat (2/11) lalu. Kepada petugas, pemilik salah satu café di Jalan Kepuharjo ini mengatakan jika mobil Toyota Kijang LGX miliknya telah digelapkan oleh Edy Suyitno dan hingga saat ini belum kembali.
Tindak penggelapan itu sendiri terjadi Senin (15/11) lalu. Saat itu Pramudiono lebih dulu menelpon Warsito, teman salah satu tersangka. Dalam pembicaraan telepon tersebut Pramudiono menyampaikan niat menggadaikan mobil, lantaran butuh uang untuk pulang ke Bojonegoro. Warsito yang tidak punya uang pun kemudian menyambungkan kepada Sujarwo. Karena tidak memiliki uang, Sujarwo pun menghubungi rekannya, yaitu Supadi, selanjutnya dihubungkan kepada Edy Suyitno, yang dikatakan Supadi sebagai pemilik uang.  “Saat itu Pram (panggilan Dwi Pramudiono) menggadaikan mobil Rp 30 juta. Dan setelah tawar menawar akhirnya deal Rp 27.5 juta,” kata Purnomo yang mengatakan deal harga itu dilakukan dalam pembicaraan telepon.
Setelah deal, transaksi pun dilakukan. Edy dan rekan-rekannya datang ke rumah korban, untuk mengambil mobil sekaligus menyerahkan uang. Namun begitu, tidak semua uang yang disetujui tersebut dibayar, tapi Suyitno panggilan akrab Edy Suyitno hanya membayar Rp 24,7 juta saja, dan sisanya dipotong guna jasa makelar yaitu Jarwo, Supadi dan Suytino.
Saat itu Pram tidak keberatan. Dia juga berjanji, jika ada uang sewaktu-waktu bisa mengambil mobilnya itu dan saat itu juga disetujui oleh Suyitno. Hanya saja, diakhir acara dan semua pihak membubuhkan tanda tangan, Suyitno mengatakan jika uang gadai itu milik Abdullah, teman Suyitno. Sehingga setelah transaksi dilakukan mobil akan langsung diberikan kepada Abdullah.
Selang satu minggu kemudian, Pram menghubungi Jarwo, dan berniat mengambil mobilnya. Tapi alangkah kagetnya korban, karena saat itu Jarwo mengatakan mobilnya tidak ada dan dibawa oleh temannya ke Bali. Tidak percaya, Pram menghubungi Suyitno, dan jawabannya sama yaitu mobil tersebut berada di Bali. Hal inilah yang membuat Pram kesal. Terlebih selang dua hari kemudian, kedua tersangka ini mengataan jika mobil kijang LGX tersebut sedang ditahan di Polsek Badung, Bali karena tidak memilik surat-surat yang lengkap.  Pram mulai curiga dengan Jarwo dan Suyitno. Terelbih saat melakukan pengecekan lewat GPS, posisi mobil miliknya itu berada di Kota Malang. (ira/mar)