Kantongi Nama, Buru ke Sidoarjo

KEPANJEN – Kendati sukses menggulung jaringan narkotika jenis sabu-sabu (SS), mulai dari pemakai, kurir, bandar hingga pemasoknya, namun Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan tak hanya cukup puas di situ saja. Untuk memberantas jaringan narkotika sampai akarnya, kini petugas beralih memburu bandar gede-nya (BD) yang diketahui asal Porong-Sidoarjo.
“Siapa bandar gede-nya sudah kami kantongi namanya. Saat ini anggota sedang di lapangan untuk memburunya dengan melacak keberadaannya di Sidoarjo. Mudahan saja, secepatnya bisa segera kami tangkap,” ungkap AKP Pratolo Saktiawan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat (9/11) lalu Satuan Reskoba Polres Malang, pamer tersangka jaringan narkotika jenis sabu-sabu (SS) yang berhasil diungkap. Mulai dari pemakai, kurir, bandar hingga pemasoknya. Bahkan satu dari empat pelakunya, adalah seorang mahasiswa jurusan mesin semester lima salah satu PTS di Kota Malang.
Mereka, diantaranya Oktino Roby Yahya, 22 tahun, warga Desa Undaan, Turen, yang merupakan mahasiswa sekaligus pemakai SS. Lalu Rahmad Ahmad Dani alias Medong, 22 tahun, warga Jalan Jatirenggo, Desa Talok, Turen, yang diketahui sebagai kurir. Kemudian pengedarnya (bandar), Dedik Santoso alias Buleng, 25 tahun, warga Dusun/Desa Rembun, Dampit. Dan pemasok SS Imron Efendi, 30 tahun, warga Dusun Sumberayu Pesantren, Desa Pamotan, Dampit.
Menurut mantan Kasatreskoba Polres Bangkalan ini, dengan tertangkapnya bandar gede tersebut, maka setidaknya akan bisa mengungkap jaringan narkotika lainnya di wilayah Kabupaten Malang. Pasalnya, meski sudah banyak pelaku narkotika yang ditangkap, tetapi jaringan narkotika ini tidak akan pernah putus.
“Untuk memberantas jaringan narkotika ini, kita harus bergerak cepat. Sebab kalau tidak gerak cepat, para pelaku narkotika ini akan langsung terputus,” ujar Pratolo.(agp/eno)