Angkut Kayu, Kakak-Adik Ditahan

WAJAK – Setelah menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polres Malang, kakak-beradik warga Desa Patok Picis Kecamatan Wajak, Sudartoyo dan adiknya Pamuji, kemarin langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Malang. Keduanya ditahan setelah terbukti melakukan pencurian kayu hutan jenis, Mahoni.
Sebagai barang bukti kejahatan mereka, petugas mengamankan sembilan gelondong kayu Mahoni berukuran 2 meter diameter 35 sentimeter, tiga meter kubik kayu bakar Mahoni serta satu unit kendaraan truk N 8952 UE yang digunakan untuk mengangkut kayu tersebut.
“Keduanya kami tahan setelah aksi pencurian yang dilakukannya sudah cukup bukti. Sebelumnya, saat diamankan mereka sempat mengelak tuduhan mencuri. Tetapi setelah kami periksa, keduanya mengakui,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan, penangkapan kedua kakak beradik ini, bermula dari petugas Buser Polres Malang yang melakukan giat patroli di Jalan Raya Sanankerto, Turen. Ketika melakukan patroli itu, petugas curiga dengan truk N 8952 UE yang dikemudikan Pamuji, mengangkut kayu hutan.
Lantaran dicurigai kalau kayu yang diangkut hasil kejahatan, petugas langsung mengejar dan menghentikan kendaraan truk itu. Ketika dihentikan, semula keduanya mengatakan kalau kayu itu milik mereka. Namun ketika diminta menunjukkan bukti surat kepemilikan, keduanya yang tak bisa menunjukkan langsung digelandang ke Mapolres Malang beserta barang buktinya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan kedua bersaudara ini mengaku kalau kayu jenis Mahoni tersebut, memang diambil di hutan Dusun Bendo, Desa Bambang, Wajak. Namun mereka mengelak tuduhan kalau kayu tersebut diambil dengan cara dicuri.
“Kayu yang kami bawa itu, adalah kayu sisa tebangan pihak Perhutani yang tak terpakai. Makanya dari pada tak terpakai, kayu itu kami ambil dan sedianya mau kami jual untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga. Tetapi belum sempat terjual sudah ditangkap polisi. Kami sendiri mengetahui di hutan itu ada kayu, karena selama ini kami bekerja sebagai kuli yang mengangkut kayu hutan untuk dibawa ke Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) hutan di Desa Druju, Sumbermanjing Wetan,” terang Sudartoyo yang dibenarkan oleh adiknya Pamuji.(agp/eno)