Tergoda BlackBerry Murah, Rp 3 Juta Melayang

Tertipu Penjual Handphone di Internet
MALANG - Penipuan dengan modus penjualan online tidak pernah berhenti beraksi. Terbukti setiap hari selalu ada korban yang melapor ke Polres Malang Kota terkait kasus ini. Kemarin dua orang melapor ke petugas Pelayanan Kepolisan (SPK) Polres Malang Kota mengaku sebagai korban penipuan jual beli online.
Dia adalah Okta Rismawan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dan Himawan Wibisono, warga Jalan Danau Senatani Timur H1- No 42, Sawojajar. Okta kehilangan uang Rp 3 Juta setelah transfer uang ke rekening penjual untuk membeli dua unit BlackBerry Onyx.
Kepada petugas kemarin, Okta yang asli warga Desa Wonorejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ini mengaku tergiur dengan harga handphone BlackBerry yang murah.
Ia menuturkan, saat ia membuka akun Facebook miliknya, dia mendapatkan iklan penawaran penjualan BlackBerry dengan harga murah. Lantaran harga yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang yang dijual di pasaran, ia membuka website milik pelaku. Hingga akhirnya, pilihannya jatuh pada BB Onyx yang ditawarkan sebesar Rp. 1,5 Juta per unit.
Kemudian ia memesan dua unit BB Onyx itu melalui nomor pribadi pelaku yang sesuai tertera pada website. Okta pun tanpa ragu mentransfer uang sejumlah Rp 3 Juta ke rekening yang disebutkan pelaku pada Sabtu (3/11) lalu. Namun setelah ditunggu selama seminggu, dua unit BlackBerry Onyx yang dipesannya tak kunjung datang.
“Setelah satu pekan korban mentransfer ke rekening Bank BNI atas nama Ernasari, BB yang dipesannya tak datang. Padahal menurut pengakuan korban saat laporan tadi, pelaku menjanjikan barang yang dipesan akan datang selambat-lambatnya satu pekan,” ujar AKP Dwiko Gunawan, Kasubag Humas Polresta Malang, kepada wartawan kemarin.
Setelah satu pekan dua buah BB Onyx yang dipesannya tak kunjung datang, Okta mencoba menghubungi kembali nomor HP yang ada di website pelaku. Akan tetapi nomor pribadi pelaku tak bisa dihubungi. Sadar menjadi korban penipuan, kemarin Okta langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke SPK Polres Malang Kota.
Selanjutnya, Himawan Wibisono tertipu setelah membeli sebuah BlackBerry Dakota via online seharga Rp 1,1 Juta, pada Rabu (7/10) lalu. Modusnya pun sama, saat membuka akun Facebook miliknya, ia mendapati penawaran iklan BlackBerry tipe Dakota yang dijual dengan harga sangat murah.
Lalu, pria yang bekerja di perusahaan swasta di Kota Malang ini, langsung menghubungi nomor pelaku seperti tertera pada Facebook penjual. “Begitu saya hubungi, langsung disuruh transfer ke rekening Bank OCBC. Seketika, saya pun transfer lewat M-Banking sebesar Rp. 1,1 Juta sesuai harga yang tertera,“ kata Wibisono, saat melaporkan penipuan yang dialaminya, kepada petugas SPK, kemarin.
Menurut Wibisono, setelah uang ditransfer, si penjual menjanjikan pesanan akan langsung dikirimkan lewat ekspedisi JNE tiga hari sampai. Namun tunggu punya tunggu, lewat tiga hari Dakota tak kunjung datang dan Wibisono segera melapor ke Polres Malang Kota.
“Kata penjual, tokonya ada di Jogjakarta. Sehingga butuh waktu untuk pengiriman dan dijanjikan maksimal selama tiga hari. Akan tetapi, pas tiga hari, saya sadar kalau sudah tertipu,“ kata Himawan kepada wartawan, usai melapor di SPK Polres Malang Kota, kemarin.
Maraknya penipuan via online akhir-akhir ini, Dwiko Gunawanmenghimbau kepada warga Kota Malang untuk berhati-hati. “Kalau websitenya terlihar fiktif, sebaiknya tak usah bertransaksi. Dan ingat, jangan selalu tergiur dengan barang yang dijual sangat murah,“ tandasnya. (big)