Tangan Siswa SD Dipelintir Pak Guru, Ortu Lapor Polisi

TUBAN - MFA (12), bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Pustaka Tuban menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh gurunya sendiri. Akibatnya, tangan bocah tersebut mengalami keseleo dan bengkak setelah dipelintir sang ibu guru saat proses belajar mengajar.
Informasinya, kejadian itu berawal saat MFA sedang mengikuti proses belajar di dalam kelas dan dipanggil temannya dari luar yang memberitahukan ada seorang temannya korban yang sedang tertidur. Pada saat dipanggil oleh temannya itu, korban melihat keluar kelas dan menjawab perkataannya.

Nah, lantaran melihat keluar itu, menurut keterangan keluarga korban, MFA didatangi guru Bahasa Indonesia, Marta, kemudian memegang tangannya dan memelintir hingga terkilir. Lantaran kesakitan, setelah pelajaran korban pun langsung pulang.
"Saya juga kaget dia pulang sekolah sambil menangis. Setelah saya tanya, katanya tangannya habis dipegang terus dipelitir oleh gurunya. Kemudian langsung saya periksakan ke dokter," terang Kishandoyo (44), orang tua dari korban warga Kelurahan, Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban.
Dari hasil pemeriksaan di salah satu dokter yang ada di Kota Tuban, korban memang terkilir sehingga pihak keluarga disarankan untuk melakukan periksa di rumah sakit dan menjalani foto rontgen.
"Setelah itu saya langsung berusaha konfirmasi ke sekolahnya, tapi gurunya tidak mengakui. Dia hanya bilang kalau memegang saja. Jadi saya ya jengkel karena sampai bengkak, kemudian saya langsung lapor polisi," sambungnya saat ditemui di rumahnya.
Saat ini, kasus penganiayaan terhadap bocah SD yang dilakukan oleh sang guru tersebut masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap guru dan juga melakukan melakukan visum terhadap korban.(jpnn/eno)