Bawa Paksa Cucu, Menantu Bogem Mertua

WAGIR – Perbuatan Kosim yang berusia 26 tahun ini sungguh keterlaluan dan layak dihukum berat. Dia tega menganiaya ibu mertuanya, Supiah 51 tahun warga Dusun Ngingrim LorDesa Pandanrejo, Wagir, Sabtu (11/11) sore lalu. Korban dipukul karena dituduh membawa paksa dan menyembunyikan anaknya, Alif Putra Adi Firmansyah 5 tahun. Imbas perbuatannya itu, Kosim harus meringkuk di Mapolsek Wagir, sejak Sabtu (10/11) malam lalu.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya setelah kami mendapat laporan dari korban. Ketika kami amankan itu, dia mengakui perbuatan penganiayaan terhadap ibu mertuanya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Wagir, Ipda Umar.
Diperoleh keterangan, sebelum penganiayaan terjadi Kosim adalah menantu korban. Dia menikahi Novi Andriani anak Supiah sekitar enam tahun lalu. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Alif Putra Adi Firmansyah yang kini sekolah TK.
Kisahnya, siang sebelum penganiayaan itu terjadi, Supiah mendatangi rumah besannya (orangtua Kosim), yakni Suping di Desa Petungsewu, Wagir. Kedatangan Supiah ini, untuk menjenguk cucunya, Alif sekaligus mengajaknya pulang ke rumah. Korban mengajak cucunya dengan alasan untuk liburan sekolah.
“Niatan mengajak Alif itu, sebenarnya sudah dilarang oleh orangtua saya. Sebab saat diajak, anak saya itu tidak mau dan menangis. Tetapi mertua saya tetap mengajak paksa, meski tahu Alif menangis. Malahan orangtua saya dimarah-marahi oleh mertua saya itu,” ujar Kosim.
Melihat Alif dibawa paksa itu, Suping yang takut terjadi sesuatu langsung menghubungi Kosim, yang saat itu bekerja sebagai kuli bangunan. Dia mengatakan kepada Kosim kalau anaknya baru saja dibawa paksa oleh mertuanya. Mendapat kabar itu, Kosim yang tidak terima langsung mencari keberadaan mertuanya untuk menjemput anaknya.
Setelah dicari, akhirnya ketemu di rumah Usman Hadi (kakak Supiah). Begitu ketemu, Kosim langsung marah-marah. Bahkan dia langsung melayangkan bogeman mentah ke wajah mertuanya. Akibatnya selain mengalami luka, bibir atas robek dan salah satu gigi bagian atas lepas.
Usai memukul, Kosim lantas merebut Alif yang kemudian membawanya pulang.
Sementara Supiah yang tidak terima dengan perbuatan menantunya, seketika langsung melaporkannya ke petugas Polsek Wagir. Setelah sepekan diselidiki, Kosim berhasil diamankan. “Saat saya pukul sekali itu, Pakde Usman Hadi langsung melerai. Bahkan, saya juga sempat dibalas pukul olehnya,” terang Kosim.(agp/eno)