Tolak Oral, Istri Dijambak dan Ditendang

LAWANG – Perbuatan Ali Sudarto, 54 tahun, warga Dusun Sumber Mlaten, Desa Kalirejo, Lawang ini tak patut ditiru. Hanya karena tak mau melayani, dia tega menganiaya istrinya, Samidah, 52 tahun, Jumat (9/11) petang lalu. Korban dijambak lalu ditendang dan dilempar teko karena menolak permintaan suaminya yang menyimpang.
Akibat penganiayaan tersebut, korban menderita luka memar di kepala dan perutnya. Sementara Ali Sudarto sendiri, yang diperkarakan ke polisi sejak pagi kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Tersangka Ali Sudarto ini, kami amankan setelah datang memenuhi panggilan. Setelah kami periksa, dia langsung kami lakukan penahanan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Menurut keterangan korban saat laporan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya tersebut, terjadi Jumat petang lalu di dalam rumahnya. Saat itu, Ali yang sedang tiduran santai di ruang tengah, memanggil istrinya.
Mendengar panggilan itu, Samidah lantas bergegas menghampiri suaminya. Begitu duduk disampingnya, dengan sedikit merayu Ali lantas meminta istrinya melayani nafsunya dengan (maaf) meng-oral. Mungkin karena dianggap perbuatan suaminya sudah menyimpang, Samidah menolak permintaan itu.
Mendapat jawaban istrinya seperti itu, Ali yang terpancing emosinya langsung marah. Dia kemudian menjambak rambut istrinya, yang kemudian menendang tubuh istrinya hingga terjatuh. Masih belum puas, kakek dua anak dan tiga cucu ini mengambil teko yang kemudian dilemparkan ke arah kepala istrinya.
Puas melakukan penganiayaan, Ali lantas pergi. Sementara Samidah yang tidak terima dengan peristiwa yang dialami, lantas mengadukan ke petugas Polsek Lawang yang selanjutnya dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Dari laporan itulah, petugas langsung melakukan penahanan terhadap Ali Sudarto.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik Ali Sudarto, mengakui penganiayaan yang dilakukannya tersebut. Namun dia mengelak tuduhan kalau penganiayaan itu, bermula dari penolakan istrinya yang menolak melakukan oral. “Saya jengkel saja dengan istri saya. Sebab dia tidak mau melayani saat saya minta makan,” tutur Ali Sudarto, yang mengaku bekerja sebagai sopir antar pulau ini.(agp/lim)