Terbongkar! Bapak Gauli Anak Angkat

Sejak Kelas 4 SD Sampai 3 SMP
MALANG – Persetubuhan Bapak dengan anak angkat berhasil dibongkar anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Kota. Kali ini pelakunya adalah Ismu, 70 tahun, warga Jalan Muharto Gg VB Kota Malang. Pria yang kesehariannya  menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL) di area alun-alun Kota Malang ini tega menggauli Mawar (bukan nama sebenarnya ) 19 tahun, anak angkatnya.
“Sekarang masih diperiksa, baik terlapor, pelapor dan saksi dimintai keterangan,’’ kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP James H Hutajulu kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, persetubuhan itu terjadi selama enam tahun, atau sejak korban duduk di kelas 4 SD hingga korban duduk kelas 3 SMP.
Menurut  sumber Malang Post, kali pertama persetubuhan itu dilakukan Ismu di rumah kontrakannya. Saat itu kondisi rumah sepi, karena Misiani, ibu angkat korban bekerja di alun-alun. Saat itulah, pelaku meminta korban melayani hasrat seksualnya.
Entah karena ketagihan atau apa, yang jelas setelah kejadian pertama Ismu kembali meminta jatah, dan menggauli Mawar. “Katanya bapaknya selalu mengancam dan dilarang bercerita kepada siapapun,” kata salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota.
Tidak diketahui jelas bagaiamana aksi bejat ini berhenti. Sejak korban duduk di kelas 3 SMP, Ismu tidak lagi menjamah tubuh Mawar. Hingga kemudian setahun lalu dia berhubungan dengan Irfan, pacarnya.
Dari Irfan inilah kemudian aib tersebut terbongkar. Lalu Irfan konsultasi dengan pihak Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), LSM yang menangani anak jalanan di Kota Malang.  “Mawar menceritakan kejadian itu kepada Irfan pacarnya juga kepada Ayah Irfan. Merekalah yang tidak terima, dan tadi ke sini (Polres Malang Kota) untuk melapor,” tambah sumber tersebut.
Sementara Misiani, 51 tahun, ibu angkat korban mengaku kaget didatangi anggota UPPA Polres Malang Kota dan ia justru membela suaminya. Dengan tegas ia tidak percaya jika suami yang memberinya tiga anak itu tega melakukan perbuatan tidak terpuji itu.
“Tidak mungkin suami saya tega berbuat seperti itu. Justru suami saya sangat sayang dengan Mawar,” kata Misiani yang kemarin dimintai keterangan sebagai saksi.
Sebaliknya Misiani mengatakan, Mawar dipengaruhi Irfan untuk menjelek-jelekkan dia dan Ismu, lantaran tidak pernah menyetujui hubungan asmara keduanya. Menurut Misiani, pekerjaan Irfan yang hanya pengamen dan tidak memiliki tempat tinggal tetap inilah yang menjadi faktor utama dia dan Ismu tidak setuju dan melarang Mawar untuk berhubungan.
“Dia itu sebetulnya anak adik saya, dan sejak kecil kami rawat. Selama ini hubungan kami baik-baik saja, tapi setelah ada pacarnya itu, dia tega berbuat seperti ini,” tandas Misiani emosi. Sementara Ismu kemarin ditangkap petugas di alun-alun. Namun sayang, hingga kemarin petang Ismu belum bisa diwawancarai karena masih diperiksa petugas di ruang UPPA.(ira/eno)