Dituduh Menganiaya tapi Dirampok

SUKUN –Mohammad Victor Yudistira, 20 tahun, warga Desa Krobokan Kecamatan Dampit Senin (12/11) lalu bernasib apes. Mahasiswa Universitas Kanjuruhan ini menjadi korban kejahatan. Tiga orang pelaku merampas dua HP, satu Blackberry, serta uang Rp 350 Ribu. Kini kasus itu sudah dilaporkan ke Polsekta Sukun.
Kepada petugas, Victor menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 kemarin. Siang itu Victor sedang berdiri di depan kampus, tiba-tiba didatangi tiga orang. Salah satunya kemudian menuduh korban telah memukuli adiknya. “Koen sing ngantemi adekku yo,’’ kata pelaku saat itu.
Tak pelak, tuduhan itu membuat Victor kaget serta bingung. Apalagi dia sama sekali tidak mengenal pelaku, dan tidak pernah berkelahi termasuk memukuli adik pelaku. Dia pun langsung membantah. Tapi bukannya pelaku pergi, sebaliknya langsung menyeret korban untuk kemudian bersama-sama naik angkutan. Saat itu pelaku sempat mengatakan akan membawa korban ke belakang LP Wanita Sukun, Jalan S Supriyadi, karena disitu ada adiknya yang menunggu.
Sepanjang perjalanan, pelaku terus menggertak, agar korban tidak macam-macam. Bukan itu saja, pelaku juga mengancam korban akan menyakiti jika Victor kabur.
Hingga kemudian angkutan berhenti, pelaku langsung membawa korban menuju ke belakang LP Wanita. Tapi begitu sampai tak ada siapa-siapa di sana. Tidak kurang akal, pelaku pun meminta seluruh barang milik korban, termasuk dompet berisi KTP, KTM, serta ATM dan uang Rp 350 Ribu milik Victor sebagai jaminan agar pelaku tidak kabur. “Wes koen entenono ndek ngarepe Indomaret Jalan Klayatan, aku tak nggolekki adikku disek, iki barangmu tak gowo ben awakmu gak mlayu,’’ kata pelaku yang kemudian pergi.
Sementara Victor pun menuruti kata pelaku, dan menunggu di depan Indomaret Klayatan. Tapi begitu, meski sudah lama ditunggu pelaku tidak kunjung datang, sehingga membuat korban was-was. Terlebih setelah satu jam tidak datang, pelaku semakin curiga, sehingga dia pun memilih melapor ke Polsekta Sukun.(ira/eno)