Puspa Indah Diminta Ngetem di Batu

BATU - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Batu, menyarankan agar Bus Puspa Indah pindah ngetem ke Terminal Batu. Hal itu untuk meminimalisir konflik sopir antara bus tersebut, dengan pengemudi mikrolet jalur Batu-Landungsari (BL). Kepindahan itu, juga akan membawa dampak positif bagi sopir mikrolet dari sisi pemasukan.
Saran tersebut diungkapkan Kepala Dishubkominfo Abdillah Al Kaff terkait indiden sopir Puspa Indah vs pengemudi mikrolet BL. Menurut Abdillah, Puspa Indah tetap akan dapat penumpang ketika ngetem di Terminal Batu. Disisi lain, mikrolet BL juga akan mengalami peningkatan pendapatan.
“Penumpang dari Terminal Landungsari, akan diangkut ke Batu oleh mikrolet untuk naik Puspa Indah,” ujar Abdillah.
Selama ini konflik antara pengemudi bus dan mikrolet muncul, karena ada prasangka pelanggaran kesepakatan 1998. Kecurigaan itu bisa hilang ketika Puspa Indah berpindah ke Terminal Kota Batu. Sehingga jurusan Batu-Landungsari hanya dilayani mikrolet.
“Seharusnya bus gak sampai Landungsari, tapi cukup di Kota Batu,” imbuhnya.
Namun wacana itu, ditolak mentah-mentah oleh Bos Puspa Indah Hendri Kristianto yang dikonfirmasi Malang Post. Menurut Hendri, itu merupakan usulan tak masuk akal dan cenderung memihak. Sebab, dipastikan kebijakan tersebut hanya menguntungkan mikrolet BL dan Kota Batu.“Itu tidak masuk akal, saya ini dapat trayek dari Dirjen Perhubungan tingkat I untuk jalur mulai dari Landungsari,” tegas Hendri.
Dia menambahkan, wacana tersebut akan merugikan sektor pendapatan asli daerah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sebab selama ini, keberadaan Puspa Indah memberikan kontribusi bagi pengelola Terminal Landungsari. Terminal itu dikelola oleh dua Pemda yakni Pemkot dan Pemkab Malang.
“Kalau kami pindah ke Batu, maka Pemkot dan Pemkab Malang akan kehilangan restribusi,” cecarnya.
Sedangkan keberadaan Puspa Indah di Landungsari selama ini, menguntungkan tiga Pemda termasuk Pemkot Batu. Karena selain ngetem dari Landungsari, Puspa Indah juga masih berhenti di Terminal Batu sehingga retribusi juga mengalir ke kota yang dipimpin Eddy Rumpoko itu.
“Kalau seperti itu, lebih baik kami tutup dan trayek saya jual saja kepada perusahaan lain,” ujarnya.
Disisi lain dengan berbasis di Landungsari, maka secara otomatis akan menguntungkan para penumpang. Biaya mereka akan lebih effisien karena tidak perlu berganti-ganti angkutan.(ary/lyo)