Tak Terbukti Cabul, Ayah Angkat Dibebaskan

MALANG-Anggota unit PPA Polres Malang Kota akhirnya membebaskan Ismu, 70 tahunm warga Jalan Muharto VB, Kota Malang. Dibebaskannya pria yang dituduh melakukan pencabulan terhadap Mawar, 19 tahun anak angkatnya itu karena petugas tidak menemukan cukup bukti untuk memproses lanjut kasus ini.
"Masing-masing pihak sudah kami mintai keterangan dan tidak ada yang mengatakan terjadi pencabulan tersebut. Termasuk hasil visum dari korban juga tidak terlihat adanya bekas-bekas persetubuhan. Itu sebabnya setelah dimintai keterangan terlapor dipulangkan," kata Kanit PPA Polres Malang Kota Ipda Sukib kepada Malang Post kemarin.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, UPPA berhasil membongkar persetubuhan dibawah umur. Korbannya adalah Mawar nama samaran, 19 tahun, yang digauli oleh Ismu, 70 tahun, ayah angkatnya. Dalam pengaduannya Mawar yang didampingi oleh pihak Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) mengatakan kepada petugas kalau dirinya digauli Ismu selama 6 tahun, atau sejak dirinya duduk di kelas 4 SD hingga kelas IX SMP.
"Dari pengaduan tersebut kami langsung bergerak, pelapor langsung kami mintakan visum ke RSSA, sedangkan yang dilaporkan bersama istrinya kami jemput ke Alun-alun Kota Malang. Selanjutnya masing-masing pihak kami mintai keterangan, yang ternyata laporan tersebut langsung disangkal oleh Misiani istri Ismu.
Sementara Misiani sendiri terus menyangkal jika suaminya menggauli Mawar, dan mengatakan itu hanya akal-akalan pelapor saja agar hubungannya dengan Irfan pacar Mawar direstui. "Pelapor sakit hati dengan ayah angkatnya yang tak kunjung memberikan restu terhadap hubungan dengan pacarnya,"tambah Sukib.
Apakah petugas akan memproses Mawar karena telah memberikan laporan palsu? Sukib pun menggelengkan kepala. Itu karena saat Selasa (13/11) lalu korban (Mawar) belum melapor, atau sifatnya masih mengadu. Itu sebabnya pihak UPPA pun menyerahkan kembali kasus tersebut kepada Ismu dan Isrtinya.
Namun begitu, pihaknya akan bergerak cepat jika Ismu ataupun Misiani melapor, terkait pencemaran nama baik. "Berbeda lagi jika pihak saksi melapor, kami pun akan menanganinya secara serius," tandas Sukib.(ira/jon)