Cari Panti Asuhan, Sikat Rp 80 Juta

MALANG– Ini peringatan kepada warga untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Seperti yang dialami Bambang, 58 tahun, warga Jalan Widas Malang. Hanya karena ingin berniat baik mengantarkan orang tak dikenal ke panti asuhan, dia justru kehilangan uang Rp 80 juta. Kasusnya pun dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang Kota.  Peristiwa yang terjadi pagi kemarin, berawal ketika Bambang bersepeda, melintas di Jalan Soekarno Hatta. Saat sedang asyik mengayuh sepeda inilah, dari belakang mobil Toyota Rush menghentikan laju sepedanya.  Tiga penumpang Toyota Rush pun turun, selanjutnya mendekati Bambang.
Kepada Bambang, salah satu pelaku mengaku dari Brunai Darusalam, menanyakan panti asuhan terdekat. Saat itu Bambang sama sekali tidak merespons pertanyaan pelaku, bahkan Bambang berniat kembali mengayuh sepedanya sekalipun saat itu pelaku sempat mengatakan akan menyumbangkan uang ke panti asuhan Rp 300 juta. Melihat Bambang yang tidak merespons, pelaku pun membuntuti. Hingga Bambang sampai di rumah terus dibuntuti pelaku.
Setelah meletakkan sepedanya Bambang kemudian ikut pelaku. Saat di dalam mobil, pelaku mengatakan jika mereka ingin berniat baik, dan ingin membantu sesama. Tapi begitu, pelaku lebih dulu meminta Bambang menyediakan uang rupiah, lantaran pelaku ingin menyumbangkan uangnya dengan uang rupiah, sedangkan yang dibawa  adalah uang Brunai Darusalam.
Selanjutnya, Bambang pun meminta pelaku mengantarkan ke ATM Bank Niaga Jalan Basuki Rachmad. Di ATM tersebut Bambang menarik uang Rp 10 juta. Uang tersebut kemudian diberikan kepada pelaku.
Setelah mendapatkan uang, korban justru diberi jam tangan Rolex yang dikatakan merupakan jam tangan asli seharga Rp 50 juta. Setelah memberikan jam tangan, Bambang kembali diajak pelaku. Tapi bukannya ke panti asuhan seperti tujuan awalnya, melainkan pelaku justru mengantarkan Bambang pulang.  Selang satu jam kemudian, Bambang pun bercerita kepada istri dan anak-anaknya, jika dia mendapatkan jam tangan Rolex. Tapi begitu istri dan anak-anaknya tidak percaya jika jam tangan tersebut asli, sehingga mereka mengecek ke toko jam tangan. Dari situlah Bambang tahu jika jam tangan rolex tersebut palsu. Curiga, Bambang dan istrinya pun menuju ke ATM, dan saat dicek saldo rekeningnya telah berkurang Rp 80 juta, yang diduga dibawa kabur pelaku. (ira/mar)