Pacari Tetangga, Kebablasan, Masuk Bui

TAJINAN – RN, 18 tahun, warga Dusun Jambu, Desa Pandanmulyo, Tajinan, Kamis (15/11) lalu diperkarakan ke petugas Polres Malang. Dia dilaporkan oleh orang tua Bunga (nama samaran), 15 tahun, tetangganya sendiri dengan tuduhan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Akibat perbuatan bejatnya itu, Bunga diketahui hamil tujuh bulan. Laporan pencabulan itu, hingga kemarin masih ditangani petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Untuk laporannya sudah kami terima dan korban juga sudah diminta visum, saat ini kami masih menyelidiki perkaranya,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Ipda Sutiyo.
Diperoleh keterangan, hubungan antara RN dengan Bunga ini adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara setelah saling kenal dan jatuh cinta. Semula saat berpacaran, keduanya berjalan biasa saja. Namun menginjak tiga bulan, RN yang semula malu-malu mulai berani memaksa Bunga untuk melayani nafsu bejatnya. Itu terjadi pada pertengahan Maret 2012 lalu. Saat itu korban yang pulang sekolah di salah satu SMP di Tajinan ini, dijemput oleh RN. Ketika menjemput itu, RN mengatakan ingin mengajak korban untuk jalan-jalan. Karena tidak curiga, Bunga pun langsung ikut saja.
Namun tidak tahunya, oleh RN korban malah diajak ke rumahnya yang saat itu kondisinya sepi. Begitu sampai di rumahnya, RN lalu mengajak korban untuk melakukan hubungan intim. Semula saat dipaksa itu, korban sempat menolak. Tetapi karena dipaksa apalagi korban juga ditampar dan dijambak akhirnya pasrah. Usai mencabuli korban, RN lantas mengantarkan korban pulang sembari mengancam korban untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang lain. Dan perbuatan bejat itu sendiri, dilakukan RN sebanyak tiga kali hingga korban diketahui hamil.
Terbongkarnya perbuatan bejat RN ini sendiri, bermula dari kecurigaan orangtua korban yang melihat perubahan pada diri korban. Semula saat ditanya, Bunga sama sekali tidak mengakui. Namun begitu dipaksa, korban menceritakan apa yang terjadi hingga akhirnya oleh orangtua korban yang tidak terima diperkarakan ke petugas Polres Malang. (agp/mar)