Aniaya PIL Istri

Pisah Ranjang karena Ketahuan Selingkuh
MALANG– Dibakar api cemburu, Mulyadi, 37 tahun, warga Jalan Kolonel Sugiono Gg 19,  Malang, Kamis (15/11) petang mengamuk. Dia menghajar Joko Suseno, 34 tahun, warga Jalan Manggis, RT14 RW03, Desa/Kecamatan Pakisaji saat melintas di Jalan Raya Kesamben, Ngajum. Dia dipukuli lantaran diduga sebagai pria selingkuhan istrinya, yakni Ninik Yusetyowati, 35 tahun, warga Jalan Kauman III, Desa Kebonagung, Pakisaji. Akibat penganiayaan tersebut, Joko yang menderita luka berat ini harus dilarikan ke RSSA Malang dan harus menjalani rawat inap. Dia menderita luka memar di wajah, kepala, kedua tangan serta kakinya. Sedangkan Mulyadi sendiri, usai melakukan penganiayaan langsung diamankan warga yang selanjutnya diserahkan ke petugas Polsek Ngajum.
“Tersangka ini, kami amankan di lokasi kejadian sesaat setelah melakukan penganiayaan. Barang bukti yang kami amankan adalah potongan bambu sepanjang 75 sentimeter yang digunakan menganiaya korban,” ungkap Kapolsek Ngajum, AKP Sri Sugeng Waskito. Diperoleh keterangan, hubungan antara Mulyadi dengan Ninik Yusetyowati ini adalah masih sepasang suami istri yang sah. Namun karena permasalahan rumah tangga, sejak tiga bulan lalu keduanya sepakat untuk pisah ranjang. Ninik pulang ke rumah orangtuanya di Kebonagung, Pakisaji. Sementara Mulyadi juga pulang ke rumah orangtuanya di Jalan Kolonel Sugiono Gg 19 Malang.
Sejak pisah ranjang tersebut, keduanya sama sekali tidak pernah bertemu. Bahkan, komunikasi lewat telepon pun juga tidak pernah. “Saya pisah ranjang itu karena ketahuan selingkuh dengan wanita lain,” ujar Mulyadi.
Sedangkan penganiayaan sendiri bermula, saat tersangka Mulyadi yang baru pulang melihat acara suroaan di Gunung Kawi – Wonosari, melihat istrinya dibonceng sepeda motor oleh Joko Suseno. Tersangka yang cemburu melihat istrinya bersama pria lain langsung mengejar dan berhasil menghentikan di depan warung kopi di Jalan Raya Kesamben, Ngajum. Begitu berhenti, Mulyadi meminta Joko untuk pergi dan meninggalkan istrinya. Namun karena Joko tidak mau, akhirnya keduanya terlibat cek-cok mulut. Saat perang mulut berlangsung inilah, Mulyadi langsung memukul Joko dengan tangan kosong. Tak puas dengan tangan kosong, dia mengambil potongan bambu yang kemudian memukulkan berulang kali ke arah Joko. Penganiayaan baru berhenti setelah korban kelenger tak sadarkan diri dan warga berdatangan untuk melerai. (agp/mar)