Rombongan Wisatawan Nyaris Masuk Jurang

PONCOKUSUMO-  Tujuh orang wisatawan asal Surabaya, nyaris menjadi korban keganasan medan jalan Gubuk Klakah, Poncokusumo, kemarin siang. Mobil 4WD Hornet, H 7206 EB yang mereka tumpangi, nyaris masuk jurang Coban Pelangi di jalan tersebut. Untungnya, mobil yang disopiri Sofwan asal Kaldera Tour and Travel di Perumahan Kota Araya ini selamat setelah menabrak pohon. Untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, para penumpang yang terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki ini dibawa ke rumah sakit. Termasuk pula Sofwan. Akibat benturan itu, dada pria bertubuh tambun tersebut memar. “Nafas saya terasa sesak setelah terbentur setir mobil,” tuturnya. Meski demikian, Sofwan mengaku bersyukur karena lolos dari maut.
“Untungnya ada pohon. Andaikata tidak ada pohon, kami sudah masuk jurang,” terang dia. Kepada Malang Post, dia menjelaskan, rombongan yang dibawanya ini baru saja berwisata di Gunung Bromo lewat jalur Poncokusumo. Usai mendaki Gunung Bromo, mereka kembali lagi dan mampir cukup lama di Wana Wisata Coban Pelangi. Setelah puas melihat air terjun itu, mereka pulang. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi parkir Wana Wisana Coban Pelangi, musibah pun terjadi.  “Saya tidak mengantuk karena istirahat cukup lama di Coban Pelangi. Tapi saya merasa menabrak sesuatu,” kata dia. Begitu menabrak sesuatu, menurutnya, mobil langsung mengarah ke kiri jalan. Untung, belum masuk jurang, mobil sudah menabrak pohon dengan keras.
Mobil pun, langsung tersangkut di bibir jurang. Sedangkan kaca depan dan moncong mobil retak. "Saya sendiri yang membuka pintu agar penumpang keluar. Ada satu penumpang wanita yang tangannya patah," imbuhnya. Kejadian itu membuat jalur menuju Gunung Bromo macet hingga dua kilometer. Puluhan mobil wisatawan bertahan di pinggir jurang. Evakuasi berjalan lancar dengan kedatangan petugas Polsek Poncokusumo dan warga sekitar. Dengan menggunakan tali, mobil ditarik hingga ke jalan. (ary/mar)