Polisi Bekuk Dua Pengecer Togel

KEPANJEN– Pengecer judi togel di Kabupaten Malang terus diberantas. Akhir pekan kemarin, dua penjual kupon putih diringkus anggota Buser Satreskrim Polres Malang. Mereka ditangkap sesaat setelah melayani pembeli judi togel. Keduanya yakni Jumari, 54 tahun, warga Dusun Boro Utara, RT08 RW02, Desa Curungrejo, Kepanjen. Dia ditangkap petugas di warung kopi di Desa Sukonolo, Bululawang. Barang bukti yang turut diamankan darinya satu lembar kertas rekapan togel, spidol, HP Nokia serta uang sebesar Rp 35.000. Sedangkan satu lagi yakni Juwadi, 33 tahun, warga Dusun Tangkil Gunung, RT01 RW01, Desa Tangkilsari, Tajinan. Bapak dua anak ini, diamankan petugas di rumahnya usai melayani penomboknya. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan satu lembar rekapan, bolpoin serta uang sebesar Rp 80.000.
“Kedua tersangka pengecer togel ini, kami tangkap secara terpisah namun bersamaan waktunya. Mereka kami amankan setelah kami mendapat pengaduan dari masyarakat sekitar yang meresahkan maraknya judi togel. Berdasarkan pengaduan itulah, kami lalu menyelidiki dan berhasil menangkap keduanya,“ ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Dalam pemeriksaan penyidik, Jumari, bapak dua anak serta dua cucu ini mengaku kalau dirinya belum lama menjadi pengecer togel. Dia mengaku baru sekitar dua minggu lalu. Setiap kali bukaan togel, omzet yang didapatkan sekitar Rp 200.000 dengan komisi sebesar 10 persen.
“Dulu saya ini penombok, lalu karena dititipi teman-teman akhirnya jadi pengecer. Hasil jualan togel saya setorkan kepada Sampur, warga Desa Sukonolo, Bululawang. Lumayan keuntungannya bisa untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga,” terang Jumari. Tak jauh beda dengan Juwadi, kepada Malang Post dia mengaku kalau dirinya baru sekitar setahun ini mengecerkan judi togel. Omzet yang didapatkan setiap kali bukaan togel, lebih besar lagi sekitar Rp 500.000 dengan komisi sebesar 17 persen. “Kalau setor biasanya saya lewat SMS dan setorannya pun langsung diambil sendiri dengan cara bertemu di jalan,“ ujar Juwadi. (agp/mar)