Warga Sitiarjo Ungkap Kasus Selingkuh

SUMBERMANJING-  Berusaha menyelesaikan kasus selingkuh salah seorang warganya dengan baik, namun malah menjadi olok-olokan, membuat emosi beberapa warga Dusun Krajan RT07 RW02, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan kembali bergejolak. Mereka terpaksa membuka aib Sriati, 40 tahun, warga setempat yang ketahuan selingkuh dengan PILnya, Mulyono, 55 tahun, warga Desa Genengan, Pakisaji, akhir pekan kemarin. Ibu satu anak ini kedapatan berduaan di dalam rumah bersama pegawai Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur tersebut. Padahal, suami Sriati sedang bekerja berlayar di sebuah perusahaan pelayaran.
Kepada Malang Post, Herton Suyanadi, 48 tahun, salah seorang warga menjelaskan bila peristiwa penggerebekan itu terjadi Rabu (15/11) dini hari lalu. “Peristiwa ini terungkap ketika malam sebelum digerebek, atau sekitar pukul 22.00, saat mobil Toyota Avanza milik Sriati masuk ke gang rumahnya tiba-tiba menyerempet dinding milik Deby, salah seorang tetangganya,” tuturnya kemarin. Saat itu, beberapa warga yang mendengar gesekan bodi mobil dengan dinding ini langsung keluar rumah. Anton, salah satu warga yang melihat mobil Sriati menyerempet dinding memberikan aba-aba untuk mundur.
“Dari situ, warga sudah curiga. Karena tidak biasanya bu Sriati mengendarai mobil lewat jalan itu masuk ke garasi rumahnya. Tapi lebih dulu ke selatan dan putar arah, baru belok kanan, karena jalannya lebih mudah,’’ kata Herton yang dibenarkan Totok alias Dawir, warga lainnya.
Kecurigaan ini muncul setelah mobil tiba di garasi, pengemudinya tidak kunjung keluar. Bahkan hingga 30 menit, tak seorang pun keluar dari mobil itu. Anton dan warga pun memilih pulang sambil mengintip dari salah satu rumah. Saat mengintip inilah, terlihat Sriati keluar dari pintu kiri depan mobil sedangkan Mulyono keluar dari pintu kanan depan. Keduanya langsung masuk rumah.
Spontan, Anton dan warga lainnya berkumpul dan berembug. Hingga pukul 00.00, Mulyono tidak keluar dari rumah Sriati. Mereka pun memutuskan untuk melakukan penggerebekan di rumah Sriati. “Sebelum menggerebek, kami lebih dulu menguping. Saat itu, kami mendengar desahan seperti orang melakukan hubungan intim. Saat itulah, kami menggedor pintu rumahnya,” kata Dawir. Gedoran pertama, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Baru ketika pintu digedor kedua kalinya, Sriati pun berteriak untuk menunggu. Selang tiga menit, Sriati baru membuka pintu rumahnya. Saat itu warga melihat Sriati mengenakan daster sedangkan Mulyono mengenakan kaos kuning dan celana jeans berjalan ke arah tangga.
Mendapatkan cukup bukti, warga pun memanggil beberapa perangkat desa ataupun tokoh masyarakat untuk datang ke rumah Sriati. “Awalnya kami memanggil pak kepala desa, tapi alasannya sakit. kemudian memanggil Kasun Didik Purnomo dan Wakil Ketua RT Suwarno untuk datang ke rumah bu Sriati,” terang Herton, panggilannya. Begitu para tokoh masyarakat itu berkumpul, warga pun berniat membawa Sriati dan Mulyono ke kantor desa. Apalagi keduanya yang sudah memiliki suami dan istri ini mengaku kalau keduanya memang berselingkuh. Niat warga pun urung dilakukan, sebab Sriati dan Mulyono sama-sama mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepada seluruh warga. Bahkan, saat itu Sriati juga sempat membayar denda Rp 1 juta sebagai uang konpensasi atas perbuatan tersebut.
Permasalahan baru timbul, Jumat (16/11) lalu. Saat itu Bandit, kakak Sriati datang dan mengolok-olok warga. “Mana warga yang jadi pahlawan?,” tanya Bandit. Kata-kata yang dinilai sangat mentang-mentang inilah membuat emosi warga kembali naik. Mereka yang semula sudah meredam perbuatan selingkuh itu agar tidak tersebar kemana-mana, kembali bergejolak dengan kata-kata tersebut. “Siapa yang tidak jengkel, dengan kata-kata bandit. Ibaratnya kita ini sudah memberikan maaf dengan lapang dada, tapi kok dibalas seperti ini,” lanjut Herton dan warga lainnya. Untuk menyelesaikan masalah ini, warga lebih dulu melapor kepada aparat desa. “Sayangnya, jawaban yang diberikan tidak memuaskan. Sehingga warga pun memilih untuk mengobral cerita penggerebekan tersebut,” pungkas dia. (ira/mar)