Mengambang dengan Posisi Berdiri

Satu Santri Tenggelam Ditemukan
BULULAWANG– Usaha keras Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian tubuh dua korban yang hilang tenggelam di Bululawang, akhirnya membuahkan hasil. Kemarin sore, satu korban berhasil ditemukan. Yakni Febrianto Budi Mulyanto, 13 tahun yang tenggelam di Sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Bululawang. Tubuh santri TPQ Nurul Mutta’alimin Waru, Sidoarjo tersebut, ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasinya hilang.
Ketika ditemukan, kondisi jenazah anak sulung dari dua bersaudara pasangan Bedik Sumardi, 37 tahun dan Saikem, 39 tahun, warga Jalan Brigjen Katamso, Bandungrejo I, Waru Sidoarjo ini mengambang dengan posisi tubuh berdiri.  Setelah berhasil dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
Jenazahnya ditemukan oleh seorang warga Desa Sukonolo, Bululawang yang saat itu sedang mandi di sungai. Melihat benda seperti kepala manusia yang mengapung, dia yang sebelumnya ikut melakukan pencarian memberitahukan kepada warga sekitar dan Tim SAR yang melakukan penyisiran.  Dengan peralatan seadanya, petugas SAR berenang ke tengah sungai untuk mengevakuasi tubuh korban dengan dibantu warga.  Bedik Sumardi, orang tua Febrianto yang ditemui disela-sela pencarian tubuh anaknya, mengatakan kalau dirinya mendapat kabar anaknya tenggelam dari pengasuh TPQ Nurul Mutta’alimin. Meski terpukul dengan kejadian yang dialami anaknya, namun dia terlihat cukup tegar dan mengikhlaskan kejadian itu.
“Ini musibah. Kalau memang anak saya ditemukan dalam kondisi meninggal, kami ikhlas. Asalkan tubuh anak saya segera ditemukan. Hanya ibunya yang langsung syok begitu mendapat kabar musibah ini. Istri saya sekarang menunggu di rumah,” terangnya. Terpisah Muhammad Syafii, penanggung jawab rombongan TPQ Nurul Mutta’alimin Waru, mengaku masih menunggu keputusan dari keluarga. Sedangkan satu korban lainnya, yakni Adi Yoga, 15 tahun, santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Bululawang, yang tenggelam di Sungai Manten belum diketemukan. Bahkan, Tim SAR Lanal Malang yang ikut melakukan pencarian, kemarin langsung melakukan penyelaman. Namun hingga semalam, jazad pemuda asal Jambangan, Dampit ini belum ditemukan. “Kondisi gelap dan hujan lebat, pencarian korban lainnya sementara dihentikan dan ditunda,”  ungkap Kanitreskrim Polsek Bululawang, AKP Prayitno.
Seperti diketahui, Minggu (18/11) lalu dua pemuda tenggelam di Bululawang. Yang pertama menimpa Febrianto Budi Mulyanto. Dia hilang setelah ditelan aliran sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Bululawang, pukul 14.15. Korban tenggelam saat mandi di Sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Bululawang. Kejadian kedua dialami Adi Yoga, 15 tahun, santri Ponpes An-Nur II Bululawang. Dia hilang tenggelam pukul 17.00 saat mandi di Sungai Manten, yang ada di belakang Ponpes An-Nur. (agp/mar)