Malang Post

Santunan Rp50 Juta, Sopir Ditahan

Share
BATU-Satuan Lantas Polsek Batu, telah resmi menetapkan Hariyanto, 55 tahun warga Bangsongan, Kayen Kidul, Kediri sebagai tersangka. Sopir itu dianggap lalai dan melanggar marka yang mengakibatkan pasutri Didik Hudi, 46 tahun- Ariana, 44 tahun tewas.
Pasutri tersebut bersama anak angkatnya, Sam Andi Pratama, 6 tahun ditabrak di Jalan Soekarno Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Minggu (18/11). Kasat Lantas Polres Batu I Gusti Made Merta membenarkan status hukum Hariyanto. Pemeriksaan dan kronologis sesuai TP TKP, telah cukup untuk menyimpulkan tindakannya. Pria itu diketahui salah menyalip, kemudian menabrak pengguna jalan.
“ Pengemudi langsung jadi tersangka, dia salah nyalip tidak pada jalurnya,” tegas Kasat Lantas kepada Malang Post.
Ditambahkan, Hariyanto dikenai pasal 310 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal yang sama juga pernah diterapkan polisi atas kasus laka artis Syaiful Jamil, dan Afriani penabrak tragedy Tugu Tani. Dia dinilai lalai sehingga menyebabkan orang lain kehilangan nyawa.“Karena tersangka ya tentu kami tahan,” akunya.
Hariyanto bisa dikenai ayat (3), bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya, mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 229 ayat (4), diancam pidana penjara 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
“ Sedangkan korban meninggal dunia, mendapatkan Jasa Raharja,” imbuh pria yang lama berdinas di Surabaya itu.
Menurut Made, korban meninggal dunia yakni Didik dan Arin warga Jalan Kepala Sawit Kecamatan Sukun. Mereka mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta per orang dari Jasa Raharja. Selain itu, korban luka yang masih kritis yakni Sam Andi Pratama, anak angkat pasangan itu juga mendapatkan santunan.“Namun nanti untuk yang sakit, diberikan berdasarkan kuitansi obat,” tandasnya.
Seperti diberitakan Malang Post, Didik Hudi dan Ariana ditabrak Sedan Lancer warna hitam nopol AG 618 A dikemudikan Hariyanto. Didik meninggal ditempat dengan luka di kepala, sedangkan istrinya Arin tewas dalam perjalanan ke RS Baptis.
Kronologisnya, Didik Hudi sekeluarga bergerak ke arah Kota Batu naik Honda Spacy warna hijau N 5670 CW. Saat itu arus ke kota ini tengah sepi, sebaliknya arus ke arah pertigaan Pendem (Malang) tengah padat. Tak disangka, sedan yang dikemudikan Hariyanto menerobos marka jalan untuk memecah kemacetan.
Hariyanto bersama Miftahul Huda warga Dusun Adan-adan Gurah Kediri, memakan jalur Didik Hudi. Tabrakan kemudian terjadi persis di seberang jalan warung Mojorejo II (Ruko Puri Savira), sekitar pukul 11.55. Didik Hudi sekeluarga terlempar sekitar tujuh meter dari sepeda motornya, dengan luka parah di kepala.(ary/lyo)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.