Tewas di Pos Satpam Puspa Indah

BATU-Garasi Bus Puspa Indah di perbatasan Batu-Malang atau tepatnya di Areng-areng, Kecamatan Junrejo, Selasa (20/11) gempar oleh sosok mayat.
Dan mayat itu teridentifikasi, M Sholeh, 47 tahun kondektur bus setempat yang nyawanya meregang di pos satpam. Diduga, Sholeh menghembuskan nafas terakhir karena over dosis akibat pesta minuman keras (miras).
Perkiraan lain, bapak dua anak itu meninggal lantaran masuk angin akut. Indikasi itu merujuk kondisi tubuhnya yang hanya tertutup celana dalam. Warga Jalan Tlogo Suryo, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, ini ditemukan terlentang di lantai pos satpam.
Informasi yang dihimpun Malang Post, Sholeh datang sempoyongan ke Pos Satpam Garasi Bus Puspa Indah, Senin (19/11) siang sekitar pukul 14.00 diantar ojek. Kemudian dia tidur di pos satpam beralaskan tikar. Pukul 16.30, hujan turun desar dan pria ini bangun kemudian ke kamar mandi.
Selanjutnya, pukul 20.00, korban melepas semua pakaiannya, tersisa celana dalam. Kepada teman-temannya saat itu dia mengaku kepanasan, padahal hujan masih deras.“Pukul 01.30, dia saya lihat masih tengkurap di lantai,” aku Hariono Satpam Garasi Puspa Indah.
Kemudian Selasa pukul 05.00, Hariono meminta Romli kondektur lain untuk membangunkan Sholeh. Namun walaupun berulangkali namanya dipanggil, yang bersangkutan tak juga merespon. “Saya dekati, kemudian saya balik tubuhnya sudah kaku, kukunya membiru,” aku Romli.
Romli pun menghubungi polisi, dan Kapolsek Junrejo AKP Sutantyo bersama Kasat dan Unit Reskrim Polres Batu tiba di lokasi. Keluarga Sholeh pun ikut cepat berdatangan. “ Kemarin, dia bersama dua rekannya pergi ke pesta perkawinan di Pasuruan, kemungkinan di sana minum-minum,” aku salah satu kerabat Sholeh.
Ditambahkan, Sholeh selama ini memang kerap mengonsumsi miras terutama arak yang didapat dari sejumlah kawasan. Dua kawan yang ikut Sholeh minum, juga masih berada di rumah sakit. Satu kawannya diketahui berasal dari wilayah Kasin Kota Malang.“ Ya kami juga sedang melacak temannya yang menurut informasi sedang opname di rumah sakit,” aku Kapolsek Junrejo AKP Sutantyo.
Untuk dugaan tewas akibat pesta miras, Sutantyo mengaku belum bisa dibuktikan. Sementara pada tubuh korban, juga tidak ada tanda bekas kekerasan maupun adanya busa dari mulut. Namun demikian, polisi tetap membawa jasad korban untuk divisum.(ary/lyo)