Bekuk DPO Pencurian Sapi

KEPANJEN- Jajaran Polres Malang meringkus dua pelaku pencurian hewan ternak sapi. Kedua tersangka itu adalah Riono 33 tahun dan Yulianto 26 tahun, keduanya berasal dari Dusun Banjar Patoman, Desa Amandom, Dampit. Mereka masuk dalam DPO sejak bulan Januari lalu. Keduanya diciduk oleh kepolisan kemarin, di salah satu rumah warga yang berada di Kecamatan Dampit. Ditangkapnya dua tersangka itu, berdasarkan dari proses pengembangan peristiwa pencurian hewan ternak sapi, di Desa Sumbersuko, Dampit, yang dilakukan oleh penyidik Polres Malang, bulan Januari silam.
“Sejak kasus itu terjadi, mereka buron dengan cara berpindah-pindah tempat, sehingga sulit untuk terlacak jejaknya. Tapi berkat kerjasama yang baik antara anggota Polres dan Polsek Dampit, akhirnya mereka bisa tertangkap juga,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.   Dalam melakukan aksinya, komplotan ini terbilang cukup rapi dan terencana. Buktinya, hasil dari kejahatan yang mereka lakukan selama ini, telah mencuri setidaknya enam sapi di tiga tempat. Yakni satu sapi di Dusun Padi, Desa Talangsuku, masing-masing dua sapi di Desa Kedok, Turen, dan Dampit
Menurut pengakuan Riono, salah seorang tersangka, hasil pencurian sapi itu, dijualnya kepada enam penadah. “Dari hasil penjualan sapi ke enam orang, kami memperoleh total uang sebesar 20  Juta Rupiah,” akunya dihadapan penyidik. Dia mengaku, uang sebesar 20 juta itu, lansung disetorkan kepada SL dan AG, komplotan lainnya, yang diketahui merupakan otak dari kejahatan ini. “Hasil penjualan itu, saya hanya mendapatkan bagian Rp 1,5 juRupiah, dari SL dan AG. Sedangkan Yulianto hanya mendapatkan bagian Rp 1 juta,” ungkap Riono. (big/mar)