Gelapkan Barang Tukang, Dibui

KLOJEN- David Albertian, 43  tahun, warga Desa Sukapuro RT25 RW27, Desa Karangrejo, Jabung, sejak Senin (19/11) lalu harus mendekam di sel tahanan Polsekta Klojen. Bapak dua anak ini ditangkap petugas dengan tuduhan melakukan penggelapan berbagai barang milik Achmad Tatoni, 38 tahun, warga Jalan Embong Brantas Gg II Malang.  Dijelaskan oleh Kapolsekta Klojen, Kompol Eko Hengky Prasetyo, penggelapan itu sendiri terjadi Rabu (31/10) lalu. Awalnya, Tatoni yang bekerja sebagai tukang, mencari becak untuk mengangkut barang-barang pertukangan, diantaranya empat andang besi (skafolding), dua buah kayu, satu set gerindra, satu gulung tali tampar, kunci inggris, kabel listrik meteran dan kubut besi (alat congkel) ke  SMP Taman Dewasa, Jalan Tumenggung Suryo Malang.
“Sebetulnya korban meminta Tamri, tukang becak langganan yang mengantar, tapi saat Tamri tidak bisa, selanjutnya Tamri menyuruh David untuk mengangkut barang-barang tersebut,’’ kata Kapolsekta kemarin. Mendapat order mengangkut barang, David langsung setuju, dan seketika itu dia datang ke rumah korban di Jalan Embong Brantas. Setelah semua barang masuk di becaknya, David pun langsung bergegas meninggalkan rumah korban. Tapi begitu, David tidak ke SMP Taman Dewasa di Jalan Tumenggung Suryo. Melainkan, pria yang tahun 2000 lalu pernah mendekam di dalam jeruji besi karena kasus penganiayaan ini justru mengayuh becaknya pulang.
“Saat itu korban tidak ikut bahkan juga tidak mengawal, karena ada beberapa barang lain yang harus disiapkan untuk dibawa ke SMP Taman Dewasa,’’ kata pria dengan satu melati di pundak ini.  Dalam perjalanan, David lebih dulu mampir ke tempat penjualan barang bekas di daerah Sawojajar. Saat itu dia menjual empat andang besi. “Empat andang laku Rp 200.000, sedangkan barang lainnya tidak ikut saya jual karena memang tidak laku,’’ kata David, yang setelah itu pulang ke rumahnya. Sementara Tatoni sendiri sempat bingung, saat dia tidak melihat David berikut barang-barang milknya di SMP Taman Dewasa. Dia pun berusaha mencari, tapi tidak ketemu. Hingga akhirnya, Tatoni curiga, jika barang-barang miliknya itu dibawa kabur oleh pengayuh becak yang disewanya. (ira/mar)