Jenazah Santri An-Nur Ditemukan

BULULAWANG- Upaya Tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk menemukan satu korban terakhir yang tenggelam di Bululawang, membuahkan hasil. Tubuh Adi Yoga Pratama 15 tahun, santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Bululawang, yang tenggelam di Sungai Manten, ditemukan kemarin pagi. Sebelumnya, hari Senin (19/11), tim SAR gabungan terlebih dahulu menemukan jenasah Febrianto Budi Mulyanto, 13 tahun yang tenggelam di Sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Bululawang. Kedua korban tewas tersebut, pada hari Minggu (18/11) sama-sama hilang terseret arus sungai.
Jasad Adi Yoga Pratama, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan tak jauh dari lokasi kejadian. “Pukul 07.30, Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh Adi Yoga Pratama, yang terseret 50 meter dari sungai tempat korban mandi,” ujar Kanitreskrim Polsek Bululawang, AKP Prayitno. Suprapto, salah satu anggota Tim SAR  menjelaskan, jenazah santri ini ditemukan secara utuh. “Saat ditemukan, tak ada anggota badan yang hilang. Malah saat kami menemukan di dasar sungai, posisi tangan dari korban sedekap, seperti saat salat,” jelasnya. Setelah ditemukan, anak pasangan suami istri Djumadi dan Kholifah ini, langsung dievakuasi dan diperiksa oleh kepolisian. Usai diperiksa oleh kepolisian, jenazah sulung dua bersaudara tersebut, dibawa ke rumah duka, Desa Jambangan, Dampit untuk dimakamkan.
Sementara itu, warga Dusun Cungkal, Desa Sumber Petung, Kalipare, pagi kemarin digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas. Mayat yang kondisinya sudah lebam dan terdapat luka parah dibeberapa bagian tubuhnya, ditemukan oleh salah seorang warga di pinggiran Sungai Brantas. Anggota Polsek Kalipare dibantu warga sekitar, langsung mengevakuasi dan membawa mayat tersebut ke kamar Jenazah RSSA Kota Malang. Wanita naas diduga tewas setelah mengalami kekerasan fisik itu, hanya mengenakan bra warna hitam dan rok bermotif batik dengan resleting terbuka. Suroto, warga yang menemukan mayat wanita itu menceritakan, saat dirinya akan memancing, melihat ada sosok yang aneh di pinggiran sungai. “Saya kira orang tidur. Setelah saya dekati, tak tahunya malah sudah tidak bergerak. Langsung saya laporan kepada perangkat desa,” ujarnya.
Saat Suroto menemukannya, posisi korban tewas tergeletak dipinggir dekat Bendungan Cungkal yang juga bermuara ke Karangkates. Diduga, mayat wanita yang diperkiraan berusia sekitar 40 tahun itu, tewas terseret arus sungai saat hujan deras yang berlangsung hari Senin (19/11).
“Untuk sementara ini kami duga, mayat terseret arus dari sungai yang berada di Pagak atau Kepanjen, melalui Bendungan Sengguruh, saat hujan deras terjadi. Karena arus sungai ini, berasal dari dua tempat itu,“ kata Kapolsek Kalipare, AKP Agus Hariadi. (big/mar)