Dituduh Aniaya Adik, HP Dirampas

MALANG – Tindak pidana pemerasan dengan modus menuduh korbannya melakukan penganiayaan terhadap saudara kembali terjadi. Kali ini dialami Umar Muchtar 18 tahun yang indekos di Jalan MT Haryono. Akibat kejadian itu, dua unit HP miliknya amblas dibawa kabur pelaku, setelah dirinya dituduh melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarga pelaku. Tak pelak, pemuda asal Jalan Jambu Kidul Dalam, Pasuruan ini pun langsung melaporkan kasus pemerasan ini ke Polres Malang Kota.
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (20/11) malam lalu. Saat itu Umar sedang jalan-jalan ke alun-alun Kota Malang. Saat sedang jalan-jalan sendiri inilah, tiba-tiba dia didekati dua orang tak dikenal, dan salah satunya langsung menuduh Umar telah melakukan penganiayaan terhadap adiknya. “Kamu yang memukul adik saya,’’ tuduh pelaku, dengan tangannya memegang leher Umar.
Tak pelak, Umar langsung mengelak, sembari mengatakan jika dirinya tidak kenal dengan adik korban. saat itu pelaku terus ngotot. Hingga akhirnya Umar pun mau diajak pelaku untuk dipertemukan dengan adiknya. “Kalau kamu ngotot, ayo ikut. Saya temukanm kamu dengan adik saya,” kata Umar yang kemudian berboncengan tiga dengan pelaku.
Saat itu pelaku membawa Umar ke tempat gelap, namun saat itu pelaku tidak menurunkan korban, dengan alasan adiknya tidak ada. Sehingga pelaku membawa Umar di lintasan kereta api Jodipan. Di situlah kemudian pelaku menurunkan Umar. “Adikku sudah saya suruh ke sini, awas kalau kabur,’’ ancam pelaku  kepada korban.
Namun selang 15 menit, pelaku kembali berdiri. Dengan nada kasar, mereka meminta HP milik Umar. Alasanya, HP tersebut sebagai jaminan, lantaran dua pelaku akan pergi menjemput adiknya, yang tidak kunjung datang. “Mana HP mu, sini saya bawa sebagai jaminan, karena kami mau pergi menjemput adik saya,’’ kata pelaku.
Umar pun percaya. Dua HP miliknya langsung diserahkan. Dia juga sama sekali tidak curiga, justru dia berharap dipertemukan dengan adik pelaku. Umar baru merasa resah dan curiga, karena hingga satu jam menunggu pelaku juga tidak datang. Hingga akhirnya Umar pun memilih pulang selanjutnya melapor ke Polres Malang Kota.
Terpisah Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Ada dugaan pelakunya sama, apalagi modus yang digunakan juga sama,’’ kata Dwiko sembari mengatakan jika kasus pemerasan tersebut saat ini masih ditangani anggota reskrim Polres Malang Kota.
“Ini pelajaran buat kita agar selalu berhati-hati, dan jangan mudah percaya dengan orang lain. Jika ditemui kejadian tersebut, baiknya warga tidak mengikuti scenario yang dibuat pelaku, karena itu pasti penipuan,’’ tandas Dwiko.(ira/eno)