Demi Biaya Nikah, Embat Inventaris Kantor

KLOJEN – Kebahagiaan Arif Kusminanto warga Jalan Kolonel Sugiono III C yang menikahi pacarnya beberapa hari lalu tercoreng aksinya yang tidak terpuji. Selasa (20/11) siang lalu ia ditangkap anggota reskrim Polsekta Klojen, lantaran dituduh menggelapkan barang inventaris kantor berupa satu buah motor fan dan empat travo HTI lamp di gudang pertokoan mall Ramayana.
Sebagai barang bukti petugas mengamankan satu testpen, empat box  travo HTI dan uang Rp 50 Ribu. “Uang tersebut merupakan sisa dari hasil penjualan barang yang digelapkan, itu sebabnya ikut kami amankan sebagai barang bukti,’’ terang Kapolsekta Klojen Kompol Eko Hengky Prasetyo kepada Malang Post kemarin.
Terungkap, penggelapan itu sebetulnya terjadi Agustus lalu. Saat itu Arif yang bekerja di bagian teknisi di mall itu seperti biasa masuk ke dalam gudang, selanjutnya mengambil beberapa barang, kemudian dibawa pulang. Aksi Arif ini  sama sekali tidak mengundang kecurigaan para karyawan lain, lantaran mereka berpikir barang-barang tersebut dibawa untuk keperluan pertokoan.
Hingga kemudian September lalu, untuk kali pertamanya AN Tengky Hariyanto atasan Arif melakukan pengecekan barang dan melihat beberapa barang tidak ada. “Awalnya pihak pertokoan  Ramayana  bertanya kepada satu persatu pegawai, namun tidak satupun mengetahui keberadaan barang tersebut,” kata Kapolsek.
Itu sebabnya, Tengky langsung melaporkan kasus ini ke Polsekta Klojen. “Dari laporan itulah kemudian kami melakukan penyelidikan. Satu persatu pegawai di gudang tersebut kami mintai keterangan, dari hasil penyelidikan inilah diketahui jika yang membawa barang-barang tersebut adalah tersangka Arif, dan seketika itu langsung kami tangkap,’’ kata pria dengan satu melati di pundak itu.
Sementara Arif sendiri sebelum dilaporkan sudah mengakui perbuatannya. Bahkan dia juga sempat meminta maaf, dan berjanji siap mengganti. Hanya saja, saat itu pihak pertokoan tidak mau, dan memilih menyelesaikan kasus ini sesuai prosedur hukum. “Saat ditanya, saya sudah mengaku bahwa barang-barang yang hilang dari gudang saya gunakan, dan saya juga berjanji untuk mengganti, tapi atasan saya tidak mau,’’ kata Arif yang mengaku sangat menyesali perbuatannya.
Arif sendiri mengaku jika barang-barang yang digelapkan itu telah dijual, dan uangnya digunakan untuk tambahan biaya menikah. “Saya bekerja di pertokoan Ramayana sejak enam bulan lalu,dan  hanya sekali saja menggelapkan barang-barang tersebut,’’ tandas Arif.(ira/eno)