Malang Diteror Teroris!

MALANG – Bisa jadi kalau memang benar, kejadian Rabu (21/11) malam kemarin, patut mendapat perhatian ekstra. Betapa tidak, seorang laki-laki dengan berani menodongkan pistol kepada polisi. Termasuk mengancam warga menggunakan belati.
Bukan itu saja, pelaku juga terlihat tidak merasa takut dengan warga lainnya. Bahkan dengan santai, dia berhasil melarikan diri di kawasan yang cukup padat dan ramai. Mungkinkan Malang sudah mulai dimasuki teroris? Polisi sampai saat ini masih menyelidiki.
Kejadian itu bermula Rabu malam sekitar pukul 19.00 di Jalan Semeru Gang II. Ketika itu Roni Wijaya, warga setempat, tengah bersiap membuka warung lesehan di depan gang. Tiba-tiba saja, seorang laki-laki memotong kabel listrik yang akan dipakai Roni dengan pisau belati. Mungkin kabel itu dianggap menganggu jalannya yang ingin memarkir sepeda motornya, Honda 700 bernopol N 4871 BI.
Sontak Roni terkejut melihat listriknya mati. Lebih terkejut lagi, melihat kabel itu ternyata dipotong oleh laki-laki dengan cirri-ciri bertubuh kurus, tinggi, berambut keriting, berjenggot dan menggunakan celana cingkrang.  
‘’Terang saya kaget dan marah. Saya datangi pelaku yang saat itu memarkir motor di pintu gang. Saya minta dia menyambung kembali kabel saya,’’ kata Roni kepada Malang Post, kemarin.
Bukannya meminta maaf, laki-laki itu justru mengeluarkan pisau belati dari dalam tasnya. ‘’Saya ditodong pakai pisau yang mungkin digunakan memotong kabel listrik. Termasuk adik saya (Roy Wijaya, Red.) yang berusaha menolong saya, juga ditodong pisau,’’ cerita Roni.
Mendapat perlakuan tersebut, Roni dan Roy makin emosi. Keduanya membentak laki-laki itu. Apalagi Roni mengancam melaporkan ke polisi yang memang berada tak jauh dari posisi mereka.
‘’Kamu berani panggil polisi, saya tembak,’’ kata Roni menirukan ancaman pelaku, yang dalam waktu singkat sudah mengeluarkan pistol. Lagi-lagi, pistol itu dikeluarkan dari tas cangklong yang dia pakai.
‘’Pistol itu diarahkan ke kepala saya. Terus terang saya takut dan membiarkan dia pergi,’’ urai pria yang ditemui Malang Post menggunakan baju merah tersebut.
Laki-laki itu sambil masih tetap membawa pistolnya, mengambil motor dan membawanya pergi ke arah jalan raya. Robi yang masih penasaran, berusaha membuntuti pelaku. Saat motor sudah berada di jalan raya, spontan Roni berteriak maling dan menuju ke arah Aipda Nyoman Sumarsa, anggota unit Sim Polres Malang Kota, yang saat itu sedang bertugas melakukan pengaturan lalulintas.
Entah karena kaget atau sebab lain, laki-laki yang sudah naik motor dan melaju beberapa meter, terjatuh karena menabrak motor lain yang berada di pinggir jalan, di depan pos polisi Rajabali.
‘’Laki-laki itu sempat jatuh karena menabrak motor. Tapi dia dengan sigap langsung mengambil pistolnya dari tas, kemudian diacungkannya kepada kami dan Pak Nyoman, yang saat itu berpakaian dinas,’’ tutur Roni lagi.
Padahal ketika itu, beberapa warga lainnya bersama Roni, Roy dan Aipda Nyoman, sudah berada di sekitar pelaku.
Tapi dengan tenang, pelaku itu mengacung-acungkan pistol. Tak urung, warga dan Aipda Nyoman tak bisa berbuat apa-apa. Mereka takut, pistol itu benar-benar asli.
‘’Tidak ada yang berani bertindak. Kami hanya bisa diam saja, dan melihat pelaku kabur ke utara, setelah menghidupkan motornya,’’ kata Roy Wijaya adik kandung Roni Wijaya, sembari mengatakan bahwa ada warga lain melihat pelaku putar balik dari depan kantor PLN,  kemudian melaju ke Jalan Kahuripan dan menghilang.
Lalu apa motif pelaku? Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota, belum bisa memastikan identitas pelaku. Apakah dia adalah pelaku kriminal yang beraksi menggunakan sajam atau justru teroris.
‘’Sekarang masih kami selidiki. Termasuk gambar wajah pelaku masih dibuat sketsanya,’’ kata salah satu anggota yang meminta namanya tidak dikorankan.
Namun jika melihat keberanian pelaku, termasuk keterangan yang diberikan saksi, ada kemungkinan pelaku merupakan salah satu anggota kelompok garis keras. Karena di dalam tas pelaku, diduga berisi barang berbahaya. Termasuk membawa sajam dan senpi.
‘’Kami masih melakukan pendalaman. Yang jelas, siapapun dia, tindakan yang dilakukan sangat meresahkan. Saat ini kami masih melakukan pengejaran,’’ tambah sumber tersebut sembari mengatakan jika pihaknya juga mencari identitas motor yang dipakai pelaku.
Sementara Kanit SIM, Aiptu Wiwik Mardi Astutik, membenarkan jika ada anggotanya yang ditodong senpi oleh pelaku. Namun Wiwik yang dikonfirmasi via BBM ini, mengaku tidak tahu menahu persoalannya.
‘’Iya, kondisinya baik-baik saja. Hanya ditodong saja. Permasalahannya apa, saya tidak tahu,’’ kata Wiwik kemarin. Terkait kasusnya sendiri, Wiwik menyerahkan kepada Satreskrim Polres Malang Kota.
Sedang Kapolres Malang, AKBP Teddy Minahasa sampai tadi malam belum bisa dikonfirmasi. (ira/avi)