Eko Handoko : Akte Adopsi Vonny Asli

Dukung Gugat Kapolresta dan Kasatreskrim
MALANG– Rencana melakukan perlawanan hukum yang ditempuh pihak tersangka Ruth Vonny Herawaty, Sth. MA mendapat dukungan dari Eko Handoko Widjaja, SH. M.Hum. Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang ditunjuk Kwa Sien Jan alias Jamin Kwantoro, ayah angkat Vonny untuk membuatkan akte adopsi ini, mengatakan bahwa langkah hukum yang ditempuh Connij Sutjiati dan Sisca Sutjiati, anak kandung Jamin salah jalur.  Dia yang ditemui Malang Post di kantornya, Jalan Kawi Malang menyatakan bahwa permasalahan yang dialami Vonny adalah perdata, bukan pidana. “Kalau pendapat saya sebagai orang hukum, permasalahan itu sebenarnya adalah sengketa perdata,” ungkap Eko, panggilannya.
Menurut dia, kalaupun Connij Sutjiati dan Sisca Sutjiati tidak puas dengan akte adopsi yang dibuat oleh ayahnya, seharusnya langkah yang benar adalah mengajukan gugatan perdata. “Namun dimenangkan atau tidaknya gugatan tersebut, adalah tergantung dari hakim nanti,” ujarnya. Disinggung tentang keaslian akte adopsi Vonny sendiri, dosen hukum di Universitas Brawijaya ini, mengatakan bahwa akte adopsi itu adalah asli. Begitu juga dengan surat wasiat penyerahan harta warisan Jamin kepada Vonny juga diakui asli. Keaslian akte adopsi serta surat wasiat itu, karena dirinya sendiri yang membuatnya sesuai atas permintaan dari Jamin Kwantoro.
“Pak Jamin sendiri yang datang ke sini. Kapan waktunya saya lupa. Namun yang jelas pak Jamin datang dua kali dengan ibu Vonny. Pertama datang meminta dibuatkan akte adopsi dan surat wasiat. Sedangkan kedatangan kedua kalinya saat penandatanganan. Jadi akte adopsi dan surat wasiat itu asli,” terangnya. Sementara itu, H.M. Yasin Mansyur SH, penasehat hukum Vonny, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa rencana melakukan perlawanan hukum tetap akan ditempuh. Pihaknya tetap akan menggugat Kapolres Malang Kota beserta Kasatreskrim dan penyidik yang menangani perkara ini. “Yang kami gugat adalah Kapolres Malang Kota yang lama, AKBP Agus Salim dan Kasatreskrim Anton Prasetyo, Kanit Idik Aiptu Gunarso dan penyidiknya Bripka Nurwasis. Karena merekalah yang kali pertama menangani perkara ini. Sedangkan Kapolres Malang Kota dan Kasatreskrim yang baru hanya kena imbasnya,” jelas Yasin.
Seperti diketahui, Vonny yang berprofesi sebagai pendeta dikirim ke Kejari Kota Malang karena dianggap melakukan pemalsuan akte adopsi dari orang tua angkatnya, Jamin Kwantoro, warga Jalan Tanggamus Malang.  Dia dilaporkan oleh Connij Sutjiati dan Sisca Sutjiati, anak kandung Jamin dengan tuduhan melakukan pemalsuan, yaitu memasukkan keterangan palsu dalam data autentik Maret 2010 lalu. (agp/mar)