Kepala WOM Finance Gelapkan Uang Insentif

MALANG- Mantan Kepala WOM Finance Malang, Andi Kuswanto, 33 tahun, sejak Kamis (22/11) meringkuk di sel Mapolsekta Lowokwaru. Warga Jalan Manggar IV Malang ini ditahan karena menggelapkan uang insentif milik mantan pegawainya. Kasus itu terkuak setelah dia dilaporkan Kepala WOM Finance Malang, Muhammad Lutfi. "Setelah bukti-bukti penggelapan uang yang dilakukannya lengkap, dia pun kami tahan," ungkap Kapolsekta Lowokwaru, AKP Bayu Indra Wiguno. Dijelaskannya, penggelapan yang dilakukan Andi ini terjadi saat dia masih menjabat sebagai Kepala WOM Finance Malang, awal 2012 lalu. Saat ini tersangka sendiri sudah beralih menjabat sebagai Kepala WOM Finance Jember.
“Tersangka mengajukan dana insentif untuk sales dealer ke kantor pusat di Jakarta. Setelah ditunggu, proposal pengajuan itu disetujui dan pengucuran dana mulai dilakukan pada bulan Februari. Nominalnya perbulan sekitar Rp 4 juta,” papar mantan Kasatreskrim Polres Malang ini. Nyatanya, uang itu tidak sepersen pun diberikan kepada para salesnya. Dana itu justru dipergunakannya untuk kepentingan pribadinya.  "Penggelapan uang itu dilakukan mulai Februari sampai Juni. Sebab pada bulan Juli tersangka ini, dipindah jabatannya sebagai Kepala WOM Finance Jember. Totalnya sebesar Rp 20,6 juta," ujar Bayu, sapaan akrab perwira tersebut.
Kasus ini terbongkar setelah kecurigaan Muhammad Lutfi, penggantinya melihat kantor pusat masih mengucurkan dana insentif meski tersangka sudah pindah ke Jember. Apalagi, ditambah dengan beberapa sales dealer yang menagih dana insetif yang tak kunjung diberikan pasca dipindahnya Andi. Dari situ, Muhammad Lutfi lantas melakukan audit. Dan diketahui dalam rekapitulasi gaji sales sama sekali tidak tercantum. Berdasarkan audit ini akhirnya terkuak kalau dana insetif sebesar Rp 20,6 juta tidak diberikan tersangka. Akhirnya pada 19 Oktober lalu Muhammad Lutfi melaporkan penggelapan ini ke Polsekta Lowokwaru.
"Sebelum tersangka ditahan, dia sempat mengembalikan dana insetif itu ke rekening kantor pusat. Tetapi pengembaliannya setelah ada laporan ke kami. Jumlahnya pun tidak utuh hanya Rp 20,4 juta. Bila pengembaliannya dilakukan sebelum dilaporkan, mungkin dia tidak akan kami tahan," terangnya. Sementara itu, dalam keterangannya tersangka Andi mengatakan kalau dirinya tidak menggelapkan uang tersebut. Dia mengatakan hanya menyimpan saja uang itu. "Kalau uangnya saya habiskan, tidak mungkin saya bisa mengembalikannya," dalih Andi kepada wartawan kemarin. (agp/mar)