Polisi Bentuk Tim Khusus

MALANG – Siapa pria bertubuh kurus yang menodongkan pistol ke arah polisi, Rabu (21/11) malam lalu, hingga kemarin masih misterius. Apakah dia masuk dalam jaringan kelompok garis keras (teroris) atau tidak, belum diketahui. Aparat kepolisian Polres Malang Kota, masih terus menyelidikinya.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James Hasudungan Hutajulu, dikonfirmasi via telepon semalam menyatakan, polisi masih terus menyelidiki identitas pria yang diketahui mengendarai Honda 700 bernopol N 4871 BI. Termasuk memeriksa beberapa saksi mata di lokasi kejadian sekaligus mencari tahu motif di balik aksi penodongan itu.
‘’Belum tertangkap. Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan petugas. Kami sendiri juga sudah membentuk tim khusus untuk memburu pelakunya,’’ jawab James Hasudungan melalui pesan singkatnya kepada Malang Post.
Namun lanjut dia, terkait aksi penodongan yang dilakukan oleh pria dengan ciri-ciri bertubuh kurus, tinggi, berambut keriting, berjenggot dan menggunakan celana cingkrang ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan teroris. Diduga aksi itu dilakukan karena pelaku hanya ingin membuat sensasi.
Terpisah, Waka Polres Malang Kota, Kompol Irfan Susanto dikonfirmasi via telepon mengatakan, kasus penodongan tersebut, sudah ditangani oleh Unit Reskrim dan saat ini masih dalam penyelidikan. ‘’Kasusnya sudah ditangani dan sekarang masih diselidiki,’’ ujar Irfan Susanto.
Disinggung apakah pelaku tersebut teroris yang sengaja meneror petugas dan warga? Irfan mengatakan, sama sekali kasus penodongan itu tidak ada kaitannya dengan teroris.
Dia menghimbau kepada masyarakat supaya tidak terpancing dengan kejadian penodongan itu. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan orang asing yang belum dikenal.
Untuk senjata api (pistol) yang digunakan menodong sendiri? Dia belum bisa memastikan, apakah itu pistol mainan atau bukan. ‘’Nanti kalau pelakunya sudah berhasil diamankan, akan diketahui apakah pistol itu mainan atau tidak. Sekaligus juga apa motif di balik penodongan itu, juga akan diketahui,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Teddy Minahasa, sampai tadi malam belum bisa dikonfirmasi. Di telpon nomor ponselnya tidak bisa. Begitu juga ketika di SMS juga sama sekali tidak ada jawaban.
Sekedar diketahui, Aipda Nyoman Sumarsa, anggota unit Sim Polres Malang Kota, Rabu (21/11) malam ditodong pistol oleh orang tak dikenal.
Penodongan itu dilakukan ketika Nyoman sedang bertugas melakukan pengaturan lalu lintas di Pos Rajabali. Selain Nyoman, dua kakak beradik warga Jalan Semeru Gang II Malang, yakni Roni Wijaya dan Roy Wijaya juga ditodong dengan senjata tajam pisau. (agp/avi)