Sekeluarga Hajar Ibu

PAKIS– Tak terima menjadi korban kekerasan, Suniah, 37 tahun, kemarin siang mengadu ke petugas Polres Malang. Warga Dusun Baran Dungbroto, Desa Kedungrejo, Pakis ini, mengadu telah dipukuli oleh suaminya, Sarim, 55 tahun, menantunya Brook, 35 tahun serta anak tirinya Ti, 33 tahun.  Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di dada kanan, kedua kaki serta luka robek di pipi kiri akibat dicakar. Kasus pengeroyokan itu sendiri, saat ini masih dalam penyelidikan anggota Satreskrim Polres Malang.  “Meski mereka masih keluarga saya, tetapi saya jelas tidak terima dengan pengeroyokan itu,” ujar Suniah, kepada penyidik ketika laporan siang kemarin. Menurut cerita Suniah saat laporan, pengeroyokan yang dialaminya terjadi Jumat (23/11) malam sekitar pukul 20.00. Saat itu, dia yang sedang duduk di ruang tamu didekati oleh suaminya, Sarim. Kepada Suniah, Sarim meminta uang sebesar Rp 1,1 juta yang pernah dipinjam istrinya.
Namun karena saat itu tidak memiliki uang, Suniah mengatakan kalau dirinya saat tidak ada uang. Dan berjanji akan mengembalikan kalau ada uang. Mendapat jawaban itu, Sarim bukannya memahami. Tetapi dia malah langsung marah-marah yang selanjutnya memukul istrinya.
Anak tiri serta menantunya yang mengetahui kejadian itu, bukannya melerai. Sebaliknya keduanya malah ikut menganiaya korban. Pengeroyokan baru berakhir setelah tetangganya datang untuk melerai. “Dulu yang uang saya pinjam sebesar Rp 1,5 juta. Namun yang Rp 400.000 sudah saya berikan dan kurangnya sekitar Rp 1,1 juta itu. Uang yang saya pinjam itu, habis untuk keperluan dapur. Sebab selama ini saya tidak pernah diberi uang belanja,” ujar Suniah. (agp/mar)