Diduga Mabuk, Mobil Kapolsek Tabrak Motor

MALANG– Mobil Toyota Avanza, N 739 X ditumpangi Kapolsek Sukorejo Pasuruan, AKP Firman Wahyudi terlibat kecelakaan di perempatan Jalan Dieng Malang, dini hari kemarin. Mobil yang dikemudikan anggotanya, Budi Harsono itu menabrak motor Honda Beat, N 4523 JS yang dikendarai Lailatul Robiah, 26 tahun, warga Dusun Krajan I, Kelurahan/Kecamatan Lawang.  Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun Lailatul Robiah dan temannya yang dibonceng, Ayuningtyas Afriyati Putri, 20 tahun, asal Jalan Karangduren, Pakisaji mengalami luka dan dirawat di IRD RSSA Malang.  
Saat diamankan di halaman Laka Lantas Polres Malang Kota, mobil itu terlihat cukup parah. Bodi depan hancur. Sedangkan kaca bagian samping kiri dan belakang pecah. “Kami masih meminta keterangan masing-masing pihak yang terlibat kecelakaan. Tapi karena yang terlibat kecelakaan ini salah satunya ini adalah anggota Polri, maka kasusnya pun kami limpahkan ke Polres Pasuruan,” papar Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Aras Genda.
Dalam kecelakaan itu, lanjutnya, pihaknya menjadikan Lailatul Robiah sebagai tersangka. Alasannya, selain tidak mengenakan helm saat mengendarai motor, Lailatul Robiah juga menerjang traffic light  yang saat itu berwarna merah. “Kecelakaan tersebut terjadi berawal saat motor Honda Beat melaju dari arah barat ke timur melaju dengan kecepatan tinggi, langsung menerobos traffic light. Bersamaan, dari arah selatan ke utara melaju mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Budi. Karena jaraknya sangat dekat, kecelakaan pun tidak bisa dihindari,” urai Erwin, sapaan akrabnya. Informasi yang didapat Malang Post, Firman dan anak buahnya datang ke Malang untuk dalam rangka penyelidikan sebuah kasus pemalsuan surat yang ditanganinya.
Bantah Minuman Keras
BEBERAPA saat setelah terjadi tabrakan, kabar yang beredar, dalam kendaraan ditumpangi Firman bersama anggota reskrim Polsek Sukorejo ditemukan sejumlah botol minuman keras (miras) di dalam mobil. Budi pun diduga dalam kondisi mabuk ketika mengendarai mobil tersebut. Beberapa saksi mata yang ditemui, mengatakan ada yang melihat botol miras ini di dalam mobil nahas tersebut. Namun kabar itu dibantah keras Erwin. “Tidak ada botol minuman keras di dalam mobil. Saya sendiri yang tadi pagi (kemarin) melakukan olah TKP, dan bisa dicross cek kepada saksi di TKP. Tidak ada botol di sana,” katanya. Menurut dia, kecelakaan itu karena pengendara motor menerobos lampu merah.
Kapolres Pasuruan, AKBP Achmad Ibrahim juga membantah dugaan perwiranya dalam keadaan mabuk saat terlibat kecelakaan lalu-lintas di perempatan Dieng. "Nggak mungkinlah. Nggak mungkin habis mabuk," sangkalnya. Sedangkan Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra kepada wartawan mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan dari propam. Dia tidak memungkiri adanya indikasi kuat perwira di jajaran Polres Pasuruan itu dalam kondisi mabuk bersama sopirnya saat mengemudikan mobil berwarna hitam itu. "Ada indikasi bersangkutan konsumsi miras, sesuai laporan saya yang terima," jelas dia. (ira/dk/mar)