Lowokwaru Jadi Wilayah Rawan

MALANG– Areal kampus Universitas Negeri Malang (UM) betul-betul menjadi ajang pelaku pencurian. Bagaimana tidak, hampir setiap hari peristiwa pencurian terjadi di kampus tersebut. Seperti Sabtu (24/11) lalu, dua kasus pencurian terjadi. Pertama pencuri menggasak laptop merek Asus beserta modemnya, milik Tomi Ardianto, 18 tahun, warga Jalan Basuki Rachmat V Malang. Laptop warna putih itu hilang di teras masjid Al Hikmah UM, saat ditinggal salat Duhur berjamaah. Kasus pencurian ini sendiri oleh Tomi langsung dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru. Kepada polisi, Tomi menjelaskan, bila selain laptop yang ditaruh di teras masjid, masih ada barang-barang lain milik temannya.
“Saya berusaha mencari laptop saya setelah salat. Ternyata sudah lenyap. Teman-teman saya juga tidak ada yang tahu siapa yang mengambil,” ungkapnya kepada petugas Polsekta Lowokwaru. Selain laptop, helm milik Luchyto Chandra Permadi, 22 tahun, warga Jalan Johan Malang juga hilang. Helm warna putih tersebut dibawa kabur pencuri saat ditinggal korban kuliah. Luchyto juga melaporkan kasus ini ke Polsekta Lowokwaru.  Diceritakan oleh Luchyto, sebelumnya dia memarkir motornya di depan kamput Fakultas Teknik UM. Seperti biasa, Luchyto meletakkan helm miliknya di bawah jok motor dan menguncinya. Namun begitu, saat hendak pulang Luchyto tidak lagi melihat helm miliknya ada di samping jok. Seketika itu juga Luchyto yakin ada pencuri masuk ke dalam areal kampusnya.
Terpisah Kapolsekta Lowokwaru AKP Bayu Indra Wiguno membenarkan adanya laporan tersebut, dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Ada dugaan pelakunya sama. Indikasinya selain waktunya yang hampir bersamaan, TKP masjid Al Hikmah dan areal parkir kampus Fakultas Teknik juga berdekatan,” kata mantan Kasatreskrim Polres Malang ini.
Sementara itu, pelaku pencurian juga beraksi di Perum Puri Bunga Blok B Malang. Pelaku yang diduga lebih satu orang membawa kabur satu tas berisi kamera Canon EOS 60D, lengkap dengan lensanya milik Munajat Intan Sasmita, 23 tahun warga setempat. Pencurian itupun oleh korban langsung dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru. Diterangkan dia, pencurian tersebut terjadi saat kondisi rumahnya kosong. Dia dan keluarganya sedang ke luar kota untuk rekreasi. Namun begitu, saat ditinggal kondisi pintu serta jendela rumahnya sudah terkunci.
Pencurian itu sendiri diketahui  Jumat (23/11) pagi lalu. Saat itu Yanti pembantu korban kaget melihat pintu depan rumah majikannya terbuka. Lebih kaget lagi saat melihat ke dalam, kondisi rumah betul-betul berantakan. Curiga, Yanti pun memberitahu majikannya, yang Sabtu (24/11) lalu akhirnya datang.  Saat datang, korban dan keluarganya langsung mengecek seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut, termasuk merinci barang yang hilang. Dan setelah dirinci ternyata hanya tas berisi kamera saja yang hilang, hingga akhirnya korban pun melapor ke polisi. (ira/mar)