Tertipu Beli Kawasaki Ninja

Mahasiswa UB Juga Tertipu
MALANG–  Penipuan lewat telepon atau iklan masih saja memakan korban. Buktinya, Agustin, 31 tahun, warga Jalan Candi Telaga Wangi Malang, kehilangan uang muka Rp 2 juta setelah melihat iklan motor penjualan Kawasaki Ninja 250 CC tahun 2001. Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan mengaku, kasus ini masuk dalam daftar penipuan yang masuk Polres Malang Kota. “Korban memang tertarik untuk membeli. Dia lantas menelpon nomor yang dipasang di nomor tersebut,” terangnya. Dalam pembicaraan telepon itu juga pelaku menjelaskan spesifikasi motor, termasuk warnanya, sekaligus nomor polisinya. Penjelasan pelaku membuat Agustin semakin tertarik, dan bertekat untuk membeli motor yang disebutkan pelaku berwarna merah itu. Sehingga, tanpa mengetahui detail fisik motornya, Agustin pun langsung melakukan transaksi. Saat itu Begitu pelaku menawarkan motor tersebut dengan harga Rp 45 juta. Dan oleh Agustin ditawar, hingga kemudian keduanya deal Rp 43 juta.
Sebagai bentuk tanda jadi, pelaku pun meminta Agustin memberikan uang sebagai tanda jadi Rp 2 juta. Agustin pun tidak menolak, terlebih saat itu pelaku juga mengatakan tidak bisa menunggu, dan banyak orang yang menawar motornya tersebut.
Dengan buru-buru, Agustin menuju Bank BNI cabang Jalan Ahmad Yani Malang. Dia pun mentransfer uang Rp 2 juta ke nomor rekening Bank Mandiri, atas nama Arman Permana. Setelah uang terkirim, Agustin kembali menghubungi nomor telepon pelaku, selain konfirmasi Agustin juga meminta alamat pelaku, tujuannya untuk melihat barang. “Kepada korban pelaku mengaku tinggal di Perum Pondok Asri Blok B/17, Bangil, Pasuruan. Saat itu korban juga diminta datang untuk melihat motornya,’’ kata Dwiko. Namun begitu, Agustin pun seketika lemas, lantaran tidak menemukan pelaku tinggal di rumah tersebut. Agustin pun kian curiga, lantaran saat menghubungi, nomor HP pelaku sudah tidak aktif.
Sedangkan kasus penipuan di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali terjadi dengan modus penipuan yang sama. Penipuan itu merupakan ulah oknum yang mengatasnamakan Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya (UB), Ainurrasjid. Akibatnya, dua mahasiswi UB menjadi korban penipuan dalam seminggu terakhir. Korban pertama adalah Geby Firdana, 20 tahun, warga Jalan Simpang Dieng Malang dan menderita kerugian sebesar Rp 900.000. Sementara korban kedua adalah Zahearatul Aeni, 20 tahun, warga Jalan MT Haryono Malang menderita kerugian hingga Rp 1,5 juta. Penipuan yang dilakukan pelaku pada dua korban ini menggunakan modus dengan korban  diberitahu telah terpilih menjadi peserta seminar Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Masing-masing akan mendapatkan dana akomodasi yaitu Aeni sebesar Rp 8.000.000 dan Geby Rp 3.000.000. Namun bukan mendapatkan uang transferan, mereka malah harus transfer uang ke pelaku. (ira/mar)