Sehari, Dua Penjambret Beraksi

MALANG- Tindak kejahatan perampasan kalung perhiasan disertai kekerasan, kembali merajalela. Pagi kemarin, Siti Rochmah 40 tahun, warga Dusun Sumbersuko, RT 25 RW 07, Desa Blayu, Wajak menjadi korban. Kalung emas seberat 12 gram yang dipakainya dirampas dua pelaku di jalan Dusun Kidang Berik, Wajak. Tak hanya merampas kalung korban, salah seorang pelaku juga sempat membacok kepala Siti Rochmah. Kasus ini langsung ditangani serius anggota reskrim Polsek Wajak. Informasi yang didapat, korban dan anaknya mengendarai sepeda motor pergi berbelanja ke Pasar Wajak. “Saat sampai di Dusun Kidang Berik, sepeda dihentikan oleh kedua pelaku. Saya kira kedua orang itu mau tanya jalan, eh tak tahunya malah merampas kalung yang saya kenakan, lalu membacok kepala saya,“ ujar Siti Rochmah.
Kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai motor bebek yang dikendarainya. Akibat kejadian itu, ibu dua anak di bawa ke klinik terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kanjuruhan, Kepanjen Malang.  Menurut dia, kedua pelaku itu tak asing baginya. “Yang satu mengenakan jaket coklat, badannya tinggi, dan sepertinya saya pernah ketemu dengan pelaku, tapi lupa dimana. Yang satunya agak pendek dan gemuk, tapi saya tak lihat wajahnya, karena tertutup oleh helm yang dikenakannya,” bebernya.
Sementara itu, penjambretan juga dialami Ngatiyem, 50 tahun, warga Dusun Mendalanwangi, Wagir. Pagi kemarin, wanita ini mengalami korban penjambretan di depan rumahnya sendiri. Dua pelaku menarik kalung emas seberat 40 gram yang dikenakannya. Saat itu, Ngatiyem hendak pergi mengantarkan anaknya ke sekolah. Baru saja usai menutup pintu pagar rumahnya, dua orang pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Satria, langsung merampas kalung yang dikenakan di lehernya.Usai berhasil merampas kalung Ngatiyem, kedua pelaku kabur dengan cepat menggunakan motor yang ditumpanginya. Aksi pelaku ini membuat Ngatiyem kaget. Ngatiyem dan anaknya tidak bisa berkata apa-apa, selain hanya bisa memandang pelaku yang kabur  Selanjutnya keduanya pun berteriak jambret sambil memburu pelaku yang kabur ke arah Kebon Agung. Namun sayang, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena pelaku lebih dulu kabur. Meskipun mengalami tindak pidana penjambretan, Ngatiyem belum melaporkan kejadian itu ke kepolisian. (big/mar)