Pasang Seng, Tersengat Listrik

MALANG – Apes dialami Nur Ikhwan 20 tahun warga Dusun Klaseman, Desa Kucur, Dau, Kabupaten Malang. Siang kemarin, pemuda yang bekerja sebagai kuli bangunan ini tersengat aliran listrik saat memasang seng di atap lantai dua rumah milik Ching Cu 50 tahun, warga Jalan Gajayana, Kota Malang.
Beruntung, saat itu dua temannya yaitu Sanusi 32 tahun dan Sudiono 30 tahun, cepat tanggap dan membawa korban ke RSI Dinoyo, sehingga nyawa Ikhwan dapat diselamatkan.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi saat Ikhwan dan dua temannya yaitu Sanusi dan Joker mengerjakan pemasangan seng di rumah Ching Cu. Awalnya, ketiga kuli bangunan ini sangat sigap, dan cekatan, dengan memasang satu persatu seng di atap lantai dua rumah tersebut.
Hingga kemudian sekitar   pukul 12.30, Ikhwan yang memasang di dekat gardu listrik dan bertindak ceroboh. Dengan sangat tergesah-gesah, Ikhwan yang mengebor seng sambil berdiri. Imbasnya, leher kanannya pun tersenggol kabel  yang menjuntai tidak jauh dari gardu listrik.
Sesaat kemudian tubuh Ikhwan terdiam dan bergetar sangat hebat. “Saya melihat saat itu, tapi tidak berani menolong, takut malah ikut kena setrum mbak,’’ kata Sanusi.
Selama tiga detik tubuh Ikhwan bergetar, hingga akhirnya jatuh dari atap hingga dasar lantai dua setinggi 4 meter. Sanusi pun panik melihat temannya yang terjatuh, dan buru-buru menolong korban. “Saat itu kondisi teman saya tidak sadar, dan ada luka di bahian leher, bibir serta kepalanya, serta dua kakinya melepuh akibat terkena aliran listrik,’’ kata Sanusi.
Tidak sekadar membawa korban ke RSI Dinoyo, Sanusi yang was-was dengan kondisi temannya juga melaporkan kasus ini ke Polsekta Lowokwaru. “Alhamdulillah sekarang sudah sadar, dan sudah pindah ruangan,’’ tandas Sanusi.
Terpisah Kapolsekta Lowokwaru AKP Bayu Indra Wiguno mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Selain menunggu korban yang kondisinya pulih, petugas juga langsung meminta keterangan kepada sejumlah pihak, termasuk Joker dan dua pegawai lainnya.
“Kalau ditemukan ada kelalaian, maka kami juga akan memanggil pemilik rumah untuk dimintai keterangan. Sejauh ini belum ada pelanggaran yang disengaja ditemukan dalam kasus ini peristiwa ini.(ira/eno)