Mobil Bos Asuransi Digasak Maling

KLOJEN – Pencurian dengan modus memecah kaca mobil, Selasa (27/11) sore lalu terjadi di Jalan Arjuno, Kota Malang. Kali ini sasarannya mobil CRV N 3 AM, milik Eka Putra Sakti warga Jalan Arjuno Kota Malang. Pelaku yang memecah kaca kiri belakang mobil tersebut berhasil menggasak tas kulit hitam milik bos salah satu cabang PT AIA Financial di Malang itu.
“Tas tersebut berisi laptop merek Toshiba, Ipad 3, Hardisk eksternal buku cek dan giro bank BCA, serta dua token BCA. Kerugiannya sekitar Rp 15 Juta,’’ kata Eka kepada Malang Post kemarin.
Diceritakan pria yang juga memiliki rumah di Jalan Dewandaru ini, pencurian tersebut berawal saat dirinya bertandang ke rumah mertuanya di Jalan Arjuno. Seperti biasa, Eka memarkir mobil warna putih tersebut di tepi jalan depan rumah mertuanya.
“Setiap kali saya datang ke rumah mertua saya tidak pernah memasukkan mobil ke garasi tapi saya parkir di tepi jalan depan rumah,’’ kata Eka. Selang beberapa saat setelah masuk, Eka pun  keluar dari rumah mertuanya. Hanya saja, saat itu dia tidak langsung pulang, melainkan lebih dulu mampir ke warung ayam bakar wong solo yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Saat keluar dari rumah mertuanya, Eka sempat melihat kondisi mobilnya baik-baik saja, dan dia juga tidak merasa kawatir.
Selang 30 menit kemudian, usai makan Eka pun menuju mobilnya. Tapi saat pintu mobil depan dibuka, Eka melihat kaca belakang sebelah kiri pecah. Sontak Eka turun untuk memeriksa. Dan saat itu juga diketahui, tas kulit warna hitam yang diletakkannya  di jok belakang mobilnya hilang.
Yakin mobilnya menjadi sasaran pelaku kriminal, Eka langsung .melapor ke Polsekta Klojen, yang kemudian ditindak lanjuti petugas dengan melakukan olah TKP. “Kami sudah mendapatkan laporannya, dan langsung kami tindak lanjuti dengan olah TKP. Sementara ini anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan,’’ terang Kapolsekta Klojen Kompol Eko Hengky Prasetyo saat dikonfirmasi Malang Post.
Sementara Eka juga mengatakan ini bukan kali pertamanya dia menjadi korban kriminal. April tahun 2011 lalu, mobilnya juga pernah dibobol maling. Dengan modus yang sama, pelaku berhasil membawa kabur membawa tasnya. “Laptop dan ipad serta hardisk itu berisi data-data penting. Itu sebabnya kepada pelaku saya menawarkan damai, dan mau membeli barang-barang saya itu dengan harga normal,’’ kata Eka sembari mengatakan jika pelaku percuma mengambil laptop dan Ipadnya karena kedua elektronik canggih tersebut telah di password, dan hanya dirinya yang mengetahui kuncinya.(ira/eno)