BLK Singosari Disatroni Rampok

SINGOSARI- Aksi kejahatan perampokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Dini hari kemarin, Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di Jalan Raya Singosari Malang, disatroni gerombolan perampok. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari lima orang, membongkar brankas dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp 10 juta. Dalam menjalankan aksinya, gerombolan tersebut berhasil melumpuhkan dua penjaga BLKI, yakni Sulasdi, 50 tahun, warga Jalan Tunggul Ametung, Gang Sumber, Desa Candirenggo, Singosari dan Ismanto, 50 tahun, warga Perum BLK Singosari. Tangan dan kaki para penjaga diikat, sedangkan mulut dan matanya dilakban.
Ditemui di Polsek Singosari saat melaporkan kejadian itu, Sulasdi mengungkapkan dirinya dan Ismanto sedang asyik menoton televisi. Lantaran sudah merasa ngantuk, keduanya menyaksikan televisi sambil tiduran. Saat itu, tiba-tiba pintu pos yang sudah terkunci didobrak oleh pelaku.
“Sekitar pukul 03.30, dua orang tiba-tiba masuk mendobrak pintu pos, dan langsung mengikat kami. Saya berusaha melawan, tapi kedua pelaku membawa golok,” beber Sulasdi. Setelah berhasil melumpuhkan penjaga, para pelaku menuju gedung utama. Pintu utama langsung didobrak, dan langsung menuju ruang Tata Usaha (TU). Didalam gedung TU terdapat lima berankas yang berhasil dibongkar oleh gerombolan perampok tersebut.
“Setelah  kami diikat, disumpal dan mata ditutup, terdengar suara pelaku lainnya masuk ke dalam. Jadi saya memperkirakan pelaku berjumlah lebih dari lima orang, karena terdengar suara gaduh,” lanjutnya.  Perampokan ini diketahui kali pertama oleh cleaning service, Kusnadi, 34 tahun, warga Dusun Sempol, Kelurahan Ardimulyo, Singosari pukul 05.40. Kusnadi yang akan mengambil kunci ruang utama kaget melihat pintu pos jaga terbuka. Saat melongok ke dalam, dia melihat kedua penjaga tidur dengan posisi terikat.  Setelah menolong kedua penjaga tersebut, Kusnadi menghubungi Tri Subekti, Kepala Bagian Tata Usaha BLKI Singosari.
“Total ada lima berankas yang kami bongkar. Dan kami harus kehilangan uang total sebesar Rp. 10 juta,“ kata Tri Subekti, kepada Malang Post. Kapolsek Singosari, AKP Arif Eko Prastyo, menyatakan belum berani memastikan keterlibat orang dalam. “Kejadian ini, masih kami selidiki. Jadi belum dapat dipastikan keterlibatan orang dalam dan juga berapa tepatnya jumlah pelaku perampokan itu,“ paparnya. (big/mar)