Polres Malang Panen Tujuh Pelaku Asusila

MALANG– Enam pemuda asal Kasembon, sejak Rabu (28/11) meringkuk di balik tahanan Mapolres Malang. Mereka berurusan dengan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang karena berbuat asusila terhadap Bunga (nama samaran), 15 tahun, warga Dusun Bejirejo, Desa Bayem, Kasembon. Korban yang diketahui masih berstatus pelajar kelas IX salah satu SMP Islam di Kasembon ini, mendapat perlakuan tak senonoh di rumah salah satu pelaku di Dusun Bulung, Desa Bayem, Kasembon. Sebelumnya, korban terlebih dahulu dicekoki minuman keras (miras) jenis arak.
Keenam pelaku tersebut yakni Bintoro, 21 tahun, warga Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Edi Purwanto, 29 tahun dan Johan Seriadi Saputra, 18 tahun, warga Dusun Bulung, Desa Bayem, Wahyu Widodo 20 tahun, serta YG, 16 tahun, warga Dusun/Desa Bayem. Dan Dwi Setiawan, 21 tahun, warga Dusun Besuk, Desa Sukosari. “Mereka itu ditangkap terpisah di rumahnya masing-masing oleh anggota Polsek Kasembon Rabu dini hari. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dilimpahkan ke UPPA Polres Malang,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Dijelaskan dia, perbuatan bejat keenam pemuda itu sendiri, terjadi pada Kamis (22/11) siang lalu sekitar pukul 14.00. Kisahnya, siang itu korban baru saja bertengkar dengan ayahnya. Mungkin karena kesal, korban lalu menghubungi YG melalui SMS untuk mengajaknya jalan-jalan dan menjemputnya di pinggir jalan. Hubungan Bunga dengan YG sendiri, hanya sebatas teman biasa.
Setelah ketemu, dengan dibonceng sepeda motor Bunga kemudian diajak ke rumah Edi Purwanto yang kondisinya sepi. “Saya di rumah sendirian. Kedua orangtua saya sudah tidak ada (meninggal, red). Sedangkan kakak saya kerja di Surabaya,” ujar Edi Purwanto.
Setelah tiba dan ngobrol bareng, Edi dan YG lalu membujuk Bunga untuk melakukan hubungan suami istri. Karena terus dirayu dan dipaksa, korban yang tak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah. Edi. Saat itu, datang empat teman pelaku lainnya. Yakni Bintoro, Johan Seriadi Saputra, Wahyu Widodo serta Dwi Setiawan. Mereka yang mengaku baru datang dari acara ulang tahun temannya ini, melihat kejadian ini. Mereka pun mengikuti jejak teman-temannya.

Anak Teman ‘Dimakan’
SUNGGUH bejat perbuatan Rudi Eka Prasetya, 39 tahun, warga Jalan Aji Saka, Desa/Kecamatan Sumberpucung ini. Hanya karena tergiur dengan kecantikan wajah, dia tega berbuat asusila terhadap Sintia (nama samaran), 16 tahun, warga Desa Jatiguwi Sumberpucung. Sintia sendiri adalah siswi kelas XI salah satu SMA Negeri di Sumberpucung, yang merupakan anak dari sahabatnya sendiri. Akibat perbuatannya itu, Rudi tidak hanya putus persahabatan dengan orangtua Sintia. Sebaliknya dia juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Itu setelah dia dilaporkan ke petugas Polres Malang oleh orangtua Sintia, Selasa siang lalu. “Tersangka Rudi ini kami amankan di rumahnya Rabu lalu setelah kami mendapat laporan dari orangtua korban. Ketika kami tangkap, dia sama sekali tidak melawan dan justru mengakui perbuatannya,” papar Decky Hermansyah.
Menurut penuturan tersangka Rudi, perbuatan asusila terhadap Sintia itu dilakukannya sudah empat kali, sejak awal Oktober lalu. Tersangka mengaku menambahkan, kalau hubungan dengan Sintia dilakukan tannpa ada paksaan. (agp/mar)