Polisi Gadungan Disergap

Perdayai  Karyawan Matahari
MALANG- Sepak terjang Arif Rendi Permana, 25 tahun, tinggal di Jalan Hamid Rusdi, Malang menyaru sebagai anggota polisi, berakhir di tangan tim buser Satreskrim Polres Malang Kota. Pria yang melakukan penipuan  dan penggelapan motor Honda Beat N 2859 IA milik Rini, 22 tahun, karyawan Matahari Department Store Pasar Besar Malang ini ditangkap petugas di rumah asalnya, Desa Lebakhayu RT 10 RW02, Sawahan, Madiun, Rabu (29/11) siang. Tidak hanya pakaian polisi, petugas juga mengamankan barang bukti motor Honda Beat milik korban yang telah diganti nomornya oleh tersangka menjadi L 6719 DU.  Diterangkan Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, penipuan dan penggelapan motor oleh tersangka ini berawal dari perkenalan Arif dengan Rini awal bulan Oktober lalu.
Saat itu Arif yang bekerja sebagai sopir bertemu dengan Rini di tempat kerja Rini. penangkapan terhadap Arif ini tak lain berawal dari laporan Rini awal November lalu. Kepada korban, Arif mengenalkan diri sebagai anggota Satlantas Polres Malang Kota dengan pangkat Brigadir. Perkenalan itupun kemudian berlanjut dengan komunikasi lewat telepon, terlebih kepada korban Arif yang memiliki satu anak ini mengaku bujangan. Hingga akhirnya, Senin (15/11) lalu, Arif  menghubungi Rini, dengan maksud meminjam motor, untuk digunakan patroli. Rini tidak curiga dengan maksud Arif, lantaran sebelumnya Arif mengatakan jika motor miliknya sedang di bengkel. Saat itu juga, pria yang memiliki KTP beralamatkan Jalan Gubeng Kertajaya Kota Surabaya ini datang ke tempat kerja Rini. Selanjutnya, Rini pun menyerahkan kunci motor lengkap dengan STNKnya. Saat itu Arif berjanji untuk cepat mengembalikan sebelum korban pulang kerja.
Tapi begitu, janji mengembalikan motor tersebut diingkari oleh Arif. Dengan alasan ada keperluan di Surabaya, Arif yang sempat menghubungi Rini ini mengatakan tidak bisa mengembalikan motor. Bahkan hingga hingga dua minggu, Arif juga tidak kunjung mengembalikan motor. Rini pun mulai curiga dengan Arif. Terlebih beberapa hari sebelum dilaporkan, Arif kerap tidak bisa dihubungi. Sehingga awal November lalu, Rini pun mendatangi Polres Malang Kota untuk mencari Arif.  “Korban akhirnya tahu kalau pemuda yang dicari tidak ada di Polres Malang Kota,” terang Dwiko. Seketika itu juga, membuat laporan penipuan dan penggelapan ini di Polres Malang Kota.
“Berbekal dari laporan itulah kemudian anggota melakukan penyelidikan, dengan mencari keberadaan tersangka. Dan baru Selasa (27/11) malam lalu keberadaan Arif terdeteksi di Madiun, dan malam itu juga anggota berangkat ke Madiun,’’ ungkap mantan Kasatreskrim Polres Batu itu.  Sampai di Madiun, petugas langsung mendatangi rumah Arif, dan langsung menangkapnya. “Saat ditangkap, tersangka ada di rumah. Di sana juga ada motor Honda Beat milik korban yang nomornya sudah diganti,” tambah dia. Sementara pakaian seragam polisi lengkap dengan atribut serta pangkatnya ditemukan petugas di tempat tinggal Arif di Jalan Hamid Rusdi Malang.
Kepada petugas, Arif mengaku jika dia sudah tiga kali melakukan tindak kriminal. Sebelumnya, dia menipu uang, baru kemudian dengan korban terakhir Arif menipun motor. Modusnya pun sama, yaitu mengaku sebagai anggota polisi, dinas di Polres Malang Kota. “Katanya untuk dipakai sendiri,’’ kata Dwiko yang mengatakan dari tiga aksi kriminal tersebut Arif selalu memilih korbannya perempuan. Kendati mengaku tiga kali, namun ada dugaan Arif melakukan lebih tiga kali. Dugaan itu dikuatkan dengan kerapnya Arif berbelit saat dimintai keterangan petugas. “Sementara memang mengaku tiga kali saja, tapi begitu jika ada korban yang merasa pernah ditipu oleh tersangka, untuk segera membuat laporan,’’ tandas Dwiko.
Terkait dengan seragam polisi lengkap dengan atribut serta pangkatnya, Arif mengaku membelinya dari Pasar Besar Malang, dengan harga Rp 300.000. Dan seragam tersebut selalu digunakan untuk melakukan aksinya. “Kalau uang langsung saya habiskan membeli kebutuhan saya di sini, kalau motor saya gunakan sendiri,” papar Arif. (ira/mar)