Penipuan Tak Diproses, Lapor Ulang

Dealer Motor Digendam ‘Polisi”
MALANG– Peristiwa yang menimpa Suliono, 51 tahun ini bisa menjadi pelajaran pemilik dealer motor bekas di Kota Malang. Gara-gara percaya dengan pria berseragam polisi, warga Dusun Jabon, Desa Mangliawan, Pakis tersebut harus menelan kerugian sebesar Rp 19 juta. Sepeda motor Yamaha Vixion, N 4207 JR yang dipajangnya di Dealer Family Motor, Jalan Raya Kapi Woro Malang dibawa kabur pelaku yang mengaku anggota polisi dan dinas di Polda Jatim. Kamis (29/11) siang, kasus penipuan tersebut, dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang Kota.  Dijelaskan Suliono, penipuan yang dialaminya sudah terjadi lama, yaitu pada 20 Juni 2012 lalu. Saat kejadian itu sendiri, Suliono sebenarnya juga sudah mengadukan ke penyidik Satreskrim Polres Malang Kota.
“Namun karena tidak ada tindak lanjut prosesnya, akhirnya saya laporan resmi lagi (Kamis),” terang dia yang juga dibenarkan dua karyawannya, Siska dan Kusnadi kemarin. Kejadiannya, menurut Siska dan Kusnadi bermula ketika pelaku datang ke cabang Dealer Family Motor milik korban yang ada di Lawang. Pelaku datang sendirian dengan jalan kaki setelah turun dari bus. Ketika masuk di dealer lawang itu, pelaku ditemui langsung oleh Kusnadi. Saat dilayani Kusnadi itu, pelaku yang memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi besar, berkulit putih, berusia sekitar 35 tahun  dan memakai seragam polisi dengan nama Satrio Eka dan berpangkat Brigadir ini, mencari sepeda motor Yamaha Vixion. “Ngakunya dia baru pulang dinas di Polda Jatim,” ujar Kusnadi.
Karena kebetulan di dealer Lawang tidak ada stok sepeda motor Yamaha Vixion, dia mengajak pelaku ke dealer Family Motor yang di Jalan Kapi Woro Malang. Kepada Suliono dan karyawan lain yang melayani, pelaku mengatakan ingin menukarkan sepeda motor Honda Vario miliknya dengan Yamaha Vixion. Namun pelaku bilang sepeda motornya ada di rumah. “Ketika saya bonceng ke dealer di Malang itu, dia tidak memakai helm. Saya sempat tanya apakah tidak takut ditilang, tetapi dia bilang kalau ditilang akan ditilang ganti karena di tasnya ada banyak surat tilangan,” jelas Kusnadi. Setelah tawar menawar, akhirnya didapat kesepatan harga sebesar Rp 19 juta. Dan sepeda motor Honda Vario milik pelaku dihargai Rp 7 juta. Selanjutnya  kunci motor beserta STNK dan BPKB diserahkan kepada pelaku. Dan pelaku minta kepada Suliono untuk diantarkan salah satu karyawannya mengambil uang dan sepeda motornya di rumah.
“Kalau BPKB sebenarnya dia yang mengambil sendiri saat di atas meja. Tidak ada yang menyerahkan kepadanya,” tambah Siska. Kusnadi yang mengantarkan pun langsung diajak menuju ke Jalan Setail Malang. Di salah satu rumah, pelaku meminta berhenti dan berpura-pura masuk. Namun balik lagi dan berpura-pura kalau pintu rumah terkunci. Selanjutnya pelaku lalu pura-pura telpon istrinya. Usai telepon pelaku lantas meminjam motor pada Kusnadi untuk mengambil kunci rumah di mertuanya. Namun setelah ditunggu-tunggu ternyata pelaku tidak kembali. (agp/mar)