Mencuri, Kepergok, Dimassa

TUREN– Siapa bilang, perempuan tak bisa melawan penjahat. Aswinah, warga Jalan Raya Lesti, RT03 RW11, Dusun Mulyoasri, Desa Gedog Wetan, Turen ini buktinya. Sabtu (1/12) malam, seorang diri wanita berusia 49 tahun ini, berhasil menggagalkan aksi pencurian yang terjadi di rumahnya. Bahkan, pelaku yang beraksi seorang diri ini, berhasil dilumpuhkannya. Pelakunya diketahui bernama Dadang, warga Dusun Grangsil, Desa Jambangan, Dampit. Pemuda 17 tahun yang kini meringkuk di tahanan Mapolres Malang ini, terlebih dahulu menjadi bulan-bulanan puluhan warga sebelum akhirnya diamankan petugas Polsek Turen. Bahkan, Dadang juga nyaris dibakar hidup-hidup andai tak segera diamankan polisi.
“Mungkin kalau kami telap beberapa menit saja, kondisi tersangka ini sudah lain. Sebab warga yang geram dengan ulahnya, berniat membakarnya. Dan tersangka sendiri kami limpahkan ke UPPA Polres Malang karena usianya masih di bawah umur,” ungkap Kanitreskrim Polsek Turen, Ipda Sudarno. Menurut cerita Aswinah, aksi pencurian rumahnya itu terjadi sekitar pukul 23.00. Saat kejadian mulanya rumah korban dalam kondisi sepi. Aswinah berada di warung kopi miliknya yang ada di depan rumah. Sedangkan anak serta suaminya sedang melihat tontonan kuda lumping yang ada di kampungnya.
Ketika korban sibuk sedang melayani pembeli ini, Dadang yang memang berniat berbuat kejahatan ini, masuk ke dalam rumah korban lewat pintu samping. “Pelakunya saat itu masuk setelah menunggu pembeli yang sebelumnya minum kopi di warung saya pergi,” ujar Aswinah.
Dia sendiri yang saat itu mengetahui ada orang asing masuk ke dalam rumahnya, tidak gegabah meneriaki maling. Ibu tiga anak yang yakin kalau orang yang masuk dalam rumahnya itu adalah pencuri, terlebih dahulu menyelidiki sembari menguntit gerak-gerik pelaku dari jauh.
Ternyata benar, saat ditunggu pelaku mengambil dompet milik Dani, 22 tahun, anak korban di dalam lemari. Ketika mau membuka dompet dan mengambil uangnya yang berisi Rp 50.000, Aswinah langsung bergerak menyergap dari belakang. “Saat saya sergap itu, saya langsung dipukul tetapi berhasil saya hindari. Lalu dia menendang perut saya sampai terjatuh. Tetapi saya tetap berusaha melawan dan menangkap hingga akhirnya dia berhasil saya pegangi, meski kedua tangannya terus mencengkeram tangan saya hingga terluka,” jelasnya. Dengan terus dipegang baju dan badannya, Aswinah lalu menyeret tubuh Dadang keluar rumah yang kemudian berteriak minta maling. Warga sekitar dan penonton kuda lumping yang mendengar, lalu berdatangan yang kemudian menghakimi Dadang ramai-ramai. (agp/mar)