Berbuat Asusila, Warga Ngantang Dipolisikan

NGANTANG– SHR, 60 tahun, warga Dusun Prabon, Desa Kaumrejo, Ngantang, kemarin diadukan ke petugas Polres Malang. Dia dilaporkan oleh orangtua Luna (nama samaran) 12 tahun, tetangganya dengan tuduhan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Saat ini laporan tersebut sedang dalam tahap penyelidikan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Laporannya sudah kami terima. Korban sendiri saat ini sedang kami mintakan visum ke rumah sakit. Dan kasusnya masih kami selidiki,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Ipda Sutiyo. Diperoleh keterangan, perbuatan bejat yang dilakukan Suherman ini, terjadi mulai bulan Juni 2011 lalu sampai akhir Nopember 2012. Selama kurun waktu setahun lebih tersebut, korban mengaku disetubuhi oleh SHR sebanyak 8 kali. Itu semua dilakukan di dalam rumah SHR.
Pelaku melakukan perbuatan bejat tersebut ketika korban sedang bermain ke rumahnya. Dengan diiming-imingi uang korban dipaksa untuk melayani nafsu setannya. Usai disetubuhi korban diancam untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Perbuatan bejat SHR sendiri terbongkar dari kecurigaan salah satu guru di SD tempat korban sekolah. Kecurigaan guru itu muncul karena beberapa hari ini korban berperilaku aneh. Selain itu, korban juga sering mual-mual. Karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan, sang guru mencoba menanyakan kepada korban.
Awalnya saat ditanya korban tidak mau menceritakan apa yang terjadi. Namun setelah dirayu dan didesak, korban menceritakan apa yang dialaminya. Selanjutnya peristiwa aib yang dialami korban itu diadukan kepada orangtua Luna, yang kemudian diperkarakan ke petugas Polres Malang, pagi kemarin. (agp/mar)